Diajak Ngopi di Bekasi, Pria Ini Justru Disiram Kopi Panas dan Diperas Rp6 Juta
Bekasi kembali diwarnai kasus kekerasan yang berawal dari ajakan sederhana untuk bertemu sambil ngopi. Seorang pria berinisial DFA menjadi korban penganiayaan sekaligus pemerasan setelah memenuhi undangan dari seseorang berinisial MD di wilayah Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Bukannya membahas urusan yang dijanjikan, DFA justru dipukul, dikeroyok, lalu dipaksa menyerahkan uang Rp6.000.000 agar aksi itu dihentikan.
Awal Pertemuan Berujung Kekerasan
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Ade Ary Sy Indradi, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin sekitar pukul 15.00 WIB. Lokasinya berada di Jalan Eretan Ejip, tepatnya di Warung Kopi Jembatan Omah Buruh, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.
Menurut Ade Ary, korban awalnya diundang oleh terlapor untuk bertemu dan membicarakan penundaan masuk kerja. Ajakan itu disampaikan dalam suasana yang tampak biasa, sehingga korban pun mendatangi lokasi yang dimaksud.
Datang Berdua, Korban Ternyata Dikeroyok
Sesampainya di warung kopi, DFA mendapati MD tidak datang sendirian. Pelaku disebut hadir bersama beberapa temannya. Mereka kemudian memesan minuman, dan korban juga ikut memesan seperti tamu pada umumnya.
Namun, suasana berubah cepat setelah pesanan datang. MD disebut menyiramkan kopi panas ke arah korban. Tidak berhenti di situ, teman-teman pelaku langsung memukul bagian belakang kepala DFA. Korban kemudian dibawa ke area semak-semak dan kembali dikeroyok oleh para pelaku.
Dipaksa Bayar Agar Pengeroyokan Berhenti
Dalam kondisi terdesak, korban mendapat tekanan dari para pelaku yang menuduhnya sebagai penipu. Ade Ary menyebut dua orang lainnya ikut melontarkan kalimat, “dasar lu penipu.” Pengeroyokan baru dihentikan setelah DFA menyerahkan uang sebesar Rp6.000.000.
Setelah uang diterima, para pelaku meninggalkan korban di lokasi. Pada malam harinya, DFA akhirnya membuat laporan polisi. Hingga kini, laporan tersebut masih ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
