Menteri Pertanian Amran Dorong Petani Konawe Utara Untuk Mewujudkan Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia

Menteri Pertanian Amran Dorong Petani Konawe Utara untuk Wujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia
KONAWE UTARA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menaruh harapan besar pada petani di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Di hadapan ribuan petani yang ikut menanam jagung bersama dirinya pada Rabu (10/1), Amran menegaskan bahwa daerah itu punya modal penting untuk ikut mengangkat kembali cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.
Menurut Amran, Konawe Utara bukan sekadar wilayah pertanian biasa. Tanahnya yang subur dinilai bisa menjadi titik akselerasi untuk mempercepat tanam dan mendongkrak produksi. Dari sana, ia mendorong agar semangat petani tidak hanya berhenti pada panen lokal, tetapi menjadi bagian dari agenda besar pangan nasional.
Konawe Utara Dinilai Punya Potensi Besar
Amran menyebut pemerintah tengah merancang langkah jangka panjang agar dalam lima sampai 10 tahun ke depan Indonesia bisa tampil sebagai negara super power melalui kekuatan sektor pertanian. Dalam pandangannya, petani adalah ujung tombak dari target itu.
“Kami sedang rancang lima sampai 10 tahun Indonesia menjadi negara super power lewat tangan petani. Kami harus berjaya untuk Indonesia lumbung pangan dunia,” ujar Amran saat kegiatan tanam jagung tersebut.
Ia menilai, jika daerah seperti Konawe Utara bergerak cepat dengan dukungan yang tepat, maka dampaknya tidak hanya dirasakan di tingkat kabupaten, tetapi juga bisa menopang produksi pangan nasional, terutama padi dan jagung.
Bantuan Pemerintah Didorong untuk Mengerek Produksi
Dalam kesempatan itu, Kementerian Pertanian juga menyalurkan beragam bantuan untuk memperkuat produksi di Konawe Utara. Dukungan tersebut mencakup benih, alat mesin pertanian, hingga pupuk. Amran juga menyampaikan sejumlah bantuan rinci yang diarahkan untuk mendukung petani dan keluarga di wilayah tersebut.
Bantuan yang disebutkan antara lain benih kelapa 10 ribu batang untuk 5 ribu kepala keluarga di Konawe Utara di luar dari 15 ribu batang lainnya, dana P2L sebesar Rp2 miliar, benih jeruk 10 ribu batang, benih mangga 500 batang, benih jagung untuk 10 ribu hektare, benih padi 12 hektare, 10 unit traktor roda empat, 20 unit traktor roda dua, serta 5 unit combine besar. Total bantuan itu disebut bernilai sekitar Rp20 miliar hingga Rp30 miliar.
Pesan untuk Dijaga Bersama
Amran menegaskan bantuan tersebut harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. Ia bahkan menitipkan secara langsung agar aparat setempat ikut mengawal agar seluruh fasilitas benar-benar digunakan untuk kepentingan produksi, bukan disalahgunakan.
“Semua nilainya kurang lebih Rp 30 miliar dan tolong dijaga dengan baik karena itu adalah kehormatan saya. Pak Kapolres, Pak Dandim tolong dijaga dengan baik jangan sampai dijual aku titip ya,” katanya.
Di mata Amran, bantuan itu bukan sekadar angka dalam anggaran, melainkan pemicu agar petani Konawe Utara bergerak lebih cepat meningkatkan hasil panen. Dari daerah inilah, ia ingin semangat swasembada kembali diperkuat dan produksi padi serta jagung nasional ikut terdongkrak.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.



