Penghargaan Ajax kepada Legenda Asal Maluku: Oom Simon, Terima Kasih

Penghargaan Ajax kepada Legenda Asal Maluku: Oom Simon, Terima Kasih
Ajax memberikan penghormatan khusus kepada Simon Tahamata, sosok yang namanya masih lekat dalam sejarah klub raksasa Belanda itu. Di balik reputasinya sebagai mantan winger lincah, Tahamata bukan sekadar eks pemain biasa. Ia adalah figur yang meninggalkan jejak kuat di Amsterdam, tempat kariernya mencapai titik paling menonjol dan membuat namanya dikenang hingga kini.
Jejak kuat Tahamata di Ajax
Simon Tahamata lahir di Belanda 67 tahun yang lalu dan sempat membela sejumlah klub di Belanda serta Belgia sebelum akhirnya mencapai fase terbaik dalam kariernya bersama Ajax. Bersama De Godenzonen, ia tampil dalam 149 pertandingan, mencetak 17 gol, dan menyumbang 33 assist. Catatan itu menjadi bukti bahwa kontribusinya bukan hanya soal kecepatan dan kelincahan di sisi lapangan, tetapi juga dampak nyata dalam permainan tim.
Nama yang juga tercatat di timnas Belanda
Tak hanya bersinar di level klub, Tahamata juga sempat mengenakan seragam Timnas Belanda. Ia mencatat 22 caps dan menyumbang dua gol untuk De Oranje. Angka itu memperlihatkan bahwa kualitasnya diakui di level internasional, meski banyak orang lebih mengingatnya lewat aksinya bersama Ajax. Bagi publik sepak bola, terutama yang mengenal warisan pemain berdarah Maluku, Tahamata tetap menjadi salah satu nama penting dalam sejarah sepak bola Belanda.
Penghormatan yang menegaskan warisan
Pujian Ajax kepada Tahamata menjadi penegasan bahwa klub tidak melupakan pemain yang pernah memberi warna besar dalam perjalanan mereka. Di tengah banyaknya nama besar yang pernah lewat di Amsterdam, Simon Tahamata tetap punya tempat tersendiri. Sosoknya dikenang bukan hanya karena statistik, tetapi juga karena identitas, gaya bermain, dan hubungan emosional yang terbentuk dengan klub serta para pendukungnya.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.



