Saturday, July 20, 2024
HomeKesehatanBerhubungan Seks Membuat Tidur Menjadi Lebih Nyenyak, Ini 4 Alasan Ilmiah yang...

Berhubungan Seks Membuat Tidur Menjadi Lebih Nyenyak, Ini 4 Alasan Ilmiah yang Mendukungnya

Liputan6.com, Jakarta Bagi sebagian orang, setelah berhubungan seks biasanya menjadi lebih mudah tidur atau membuat tidur lebih nyenyak.

Ada alasan ilmiah di balik keinginan untuk tidur setelah berhubungan seks. Terlebih lagi bagi yang mencapai orgasme.

Setidaknya ada empat alasan berikut menurut Romper, Jumat, 21 Juni 2024:

1. Berhubungan Seks dan Orgasme Melepaskan Hormon yang Membuat Ngantuk

Saat berhubungan seks, otak melepaskan banyak bahan kimia seperti dopamin, adrenalin, serotonin, dan oksitosin. Hormon-hormon ini dapat membuat seseorang menjadi lebih mudah tertidur.

Seksolog Laura Deitsch menjelaskan tentang masing-masing hormon di atas:

– Dopamin adalah ‘hormon perasaan baik’ yang dikaitkan dengan kebahagiaan, euforia, motivasi, dan konsentrasi.
– Adrenalin membuat jantung berdebar kencang, kaki terasa lemas, dan meningkatkan kewaspadaan fisik dan mental.
– Oksitosin dikenal sebagai ‘hormon cinta’ atau ‘hormon pelukan’ yang dilepaskan saat orang memeluk atau terikat secara sosial.
– Serotonin adalah hormon bahagia yang mengatur suasana hati, menghilangkan depresi, dan meningkatkan nafsu makan, tidur, dan hasrat seksual.

Berita baiknya, tidak perlu mencapai orgasme untuk mendapatkan pelepasan hormon-hormon tersebut.

2. Berhubungan Seks Menurunkan Kadar Hormon Stres

Masih terkait dengan hormon. Setelah berhubungan seks, kadar kortisol atau hormon stres akan turun.

Menurunkan kadar kortisol bermanfaat dalam semua aspek kehidupan, termasuk tidur. Tingkat kortisol yang tinggi dapat mengganggu siklus harian hormon lain, mengganggu pola tidur, dan menyebabkan kelelahan.

Source link

ARTIKEL TERKAIT

paling populer