Saturday, July 20, 2024
HomeKesehatanAmorepacific dan Waste4Change Ambil Tindakan Bersih-Bersih Citarum demi Lingkungan Terpengaruh Sampah Plastik

Amorepacific dan Waste4Change Ambil Tindakan Bersih-Bersih Citarum demi Lingkungan Terpengaruh Sampah Plastik

Menurut program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) pada tahun 2022, Indonesia menjadi produsen sampah plastik terbesar kedua di dunia. Setiap tahun, sekitar 3,2 juta ton sampah plastik tidak dikelola dengan baik, dan 1,29 juta ton di antaranya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) dan di perairan laut. Sampah kemasan kosmetik bekas menjadi salah satu penyumbang sampah tersebut. Data dari penelitian Cosmetic Packaging Market – Growth, Trends and Forecasts (2020-2025) menunjukkan bahwa hampir 50% kemasan produk kosmetik terbuat dari plastik.

Minderoo Foundation juga mencatat bahwa dari sekitar 120 miliar unit produksi kemasan kosmetik global, sebagian besar limbah yang dihasilkan tidak didaur ulang. Sampah kosmetik dan perawatan kulit terus meningkat dan sulit untuk dikendalikan. Beberapa produk perawatan kulit hanya digunakan dalam waktu singkat dan kemudian dibuang, seperti produk masker kertas yang hanya digunakan selama 15-20 menit namun membutuhkan ribuan tahun untuk terurai.

AmorePacific menyadari hal ini dan melakukan aksi “Support the Local Heroes” bersama Waste4Change untuk mendukung pengelolaan sampah dan kebersihan di Bandung.

“AmorePacific memiliki komitmen dan merasa bertanggung jawab atas dampak plastik terhadap lingkungan serta turut berpartisipasi dalam gerakan global untuk mengurangi konsumsi plastik. AmorePacific juga terus meningkatkan kemasan produk menjadi ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali,” ujar Presiden Direktur AmorePacific Indonesia, Kyuho Lee dalam keterangannya.

Waste4Change adalah perusahaan pengelolaan sampah terkemuka yang melayani perusahaan, individu, dan lembaga pemerintah di Indonesia. Sejak berdiri pada tahun 2014, misi mereka adalah mengatasi masalah sampah yang dapat mencegah kerusakan lingkungan dan mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Source link

ARTIKEL TERKAIT

paling populer