GBK TreeHouse: Menyatukan Seni dan Keberlanjutan di Pusat Jakarta

Di tengah padatnya aktivitas Jakarta, Gelora Bung Karno kembali menegaskan posisinya bukan hanya sebagai arena olahraga, tetapi juga ruang publik yang hidup dan terus berkembang. Kawasan yang selama ini menjadi tujuan warga untuk jogging, bersepeda, atau sekadar melepas penat itu kini mendapat sentuhan baru lewat GBK TreeHouse, sebuah proyek yang memadukan seni, komunitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.
GBK tak sekadar ruang olahraga
GBK selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu ikon ibu kota yang menawarkan fasilitas lengkap bagi warga. Hamparan ruang hijau, jogging track, area duduk, kafe, hingga beragam sarana olahraga membuat kawasan ini menjadi tempat favorit untuk menikmati waktu luang di tengah hiruk-pikuk kota. Namun, fungsi GBK kini makin luas. Area ini juga menjadi titik temu berbagai komunitas, dari kegiatan lari massal, pameran seni, hingga festival kuliner yang memperkaya kehidupan sosial Jakarta.
GBK TreeHouse hadir dengan nuansa Swiss
Melalui GBK TreeHouse, merek pakaian olahraga asal Swiss, On, menghadirkan ruang yang dirancang untuk mendukung interaksi dan kolaborasi. Interiornya terinspirasi dari keindahan chalet Swiss, memberikan suasana hangat dan berbeda di tengah pusat kota. Proyek ini tidak hanya menonjolkan sisi visual, tetapi juga membawa pesan yang selaras dengan semangat On, yakni menghidupkan semangat manusia melalui gerakan.
Berbasis keberlanjutan dan aktivitas komunitas
GBK TreeHouse dibangun dengan perhatian pada kelestarian lingkungan, termasuk penggunaan material yang dapat didaur ulang. Ruang ini dirancang sebagai tempat berkumpul yang mendorong masyarakat tetap aktif, baik secara fisik maupun mental. Selama periode pembukaannya, pengunjung dapat mencoba berbagai aktivitas seperti yoga, pilates, dan tari, yang menekankan pentingnya kesehatan serta kesejahteraan holistik.
GBK TreeHouse dibuka untuk umum mulai 19 Juli 2024 hingga 11 Oktober 2024, setiap hari pukul 06.00-20.00. Kehadiran ruang ini menambah warna baru di GBK, sekaligus memperkuat citra kawasan tersebut sebagai pusat kegiatan warga yang tidak hanya bergerak, tetapi juga berjejaring dan berekspresi.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.



