Suaraberita.biz - Berita Terbaru Hari Ini
Portal berita online yang menyajikan update terbaru seputar kriminal, tekno, otomotif, olahraga, kesehatan, wisata, gaya hidup, dan crypto
Berita

Sri Lanka Kini Memiliki Presiden yang Baru

23 September 2024 • 16:56 WIB

Sri Lanka memasuki babak baru. Setelah dua tahun dihantam krisis ekonomi yang mengguncang kehidupan warganya, negara itu kini resmi dipimpin wajah baru dari kubu kiri: Anura Kumara Dissanayake.

Pemimpin aliansi sayap kiri tersebut keluar sebagai pemenang dalam pemilu bersejarah yang digelar di Sri Lanka. Kemenangan ini menandai perubahan besar dalam lanskap politik negara itu, sekaligus menjadi momen penting karena pemilihan kali ini untuk pertama kalinya dalam sejarah Sri Lanka harus ditentukan lewat putaran kedua.

Pertarungan Ketat Hingga Putaran Kedua

Putaran pertama tidak menghasilkan satu pun kandidat dengan dukungan di atas 50 persen, sehingga pemilih kembali dihadapkan pada persaingan lanjutan antara Anura Kumara Dissanayake dan pemimpin oposisi Sajith Premadasa. Dalam hitungan akhir, presiden petahana Ranil Wickremesinghe justru tertinggal dan hanya berada di posisi ketiga.

Situasi ini memperlihatkan betapa ketatnya persaingan sekaligus betapa kuatnya dorongan publik untuk memilih arah baru setelah masa sulit yang panjang. Pemilu tersebut digelar dua tahun setelah krisis ekonomi melanda Sri Lanka hingga mencapai titik yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Isyarat Perubahan di Tengah Krisis

Kemenangan Dissanayake bukan sekadar pergantian pemimpin. Hasil ini dibaca sebagai sinyal bahwa publik Sri Lanka menginginkan pendekatan berbeda dalam menghadapi dampak krisis yang masih terasa. Dengan latar belakang politik sayap kiri, Dissanayake kini memikul ekspektasi besar dari masyarakat yang berharap ada perbaikan nyata setelah periode penuh tekanan.

Di tengah perkembangan itu, perhatian dunia juga tertuju pada konflik lain yang terus memanas. Israel dan Hizbullah kembali saling serang, sementara pesawat tempur Israel melancarkan pemboman paling gencar dalam hampir setahun perang di Lebanon selatan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.