Suaraberita.biz - Berita Terbaru Hari Ini
Portal berita online yang menyajikan update terbaru seputar kriminal, tekno, otomotif, olahraga, kesehatan, wisata, gaya hidup, dan crypto
Kesehatan

Bisakah Ibu Hamil dengan Kondisi Anemia Naik Pesawat Terbang?

25 October 2024 • 16:31 WIB

Banyak ibu hamil masih ragu saat harus bepergian jauh, terutama ketika kondisi tubuh tidak sepenuhnya ideal. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah apakah aman naik pesawat, khususnya bagi ibu hamil yang mengalami anemia. Dari penjelasan dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis fetomaternal Astrid Fransisca Padang, secara umum ibu hamil memang masih diperbolehkan terbang, selama kondisi kehamilan berada dalam batas aman.

Batas Aman Terbang Saat Hamil

Astrid menjelaskan bahwa ibu hamil pada dasarnya bisa naik pesawat hingga usia kandungan 36 minggu. Namun, memasuki trimester ketiga, durasi penerbangan perlu diperhatikan dengan lebih ketat. Menurutnya, perjalanan udara sebaiknya tidak terlalu lama, terutama jika usia kehamilan sudah di atas 36 minggu.

“Jangan terlalu jauh, di trimester 3 ini sebaiknya di bawah enam jam perjalanan,” ujarnya. Sementara itu, pada trimester kedua, ibu hamil masih memungkinkan menempuh penerbangan lebih dari 6 jam, selama tidak ada kondisi medis yang membatasi.

Surat Dokter Jadi Pertimbangan Penting

Dalam sejumlah kasus, maskapai masih memberi izin kepada ibu hamil berusia 37–38 minggu untuk terbang. Meski begitu, syaratnya tidak ringan. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis kedokteran fetomaternal Better Versi Paniroi sebelumnya menjelaskan bahwa ibu hamil harus membawa surat keterangan dari dokter yang merawat sebagai bukti bahwa kondisi kehamilan aman untuk bepergian.

Menurut Better, pemeriksaan fisik dan USG membantu dokter menilai apakah persalinan berpotensi terjadi dalam waktu dekat. Salah satu yang dilihat adalah panjang serviks atau mulut rahim, karena indikator ini bisa memberi gambaran apakah tubuh sudah mulai bersiap melahirkan.

Risiko yang Paling Dikhawatirkan

Better menegaskan bahwa kekhawatiran terbesar bukan sekadar soal rasa tidak nyaman di udara, melainkan kemungkinan ibu melahirkan di pesawat. Karena itu, usia kehamilan dan tanda-tanda persalinan menjadi pertimbangan utama sebelum seseorang memutuskan terbang.

Ia juga menyebut bahwa pada usia kehamilan 34 minggu, secara teori masih ada peluang persalinan sekitar 10–20 persen. Namun, pada ibu yang baru pertama kali melahirkan, pembukaan 1–3 cm bisa berlangsung cukup lama sehingga kondisi tiap orang tetap harus dinilai secara individual.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.