Suaraberita.biz - Berita Terbaru Hari Ini
Portal berita online yang menyajikan update terbaru seputar kriminal, tekno, otomotif, olahraga, kesehatan, wisata, gaya hidup, dan crypto
prabowo

CSIS Responds Positively to Prabowo Subianto’s Cabinet: Ministries and Agencies Gain More Specialized Portfolios

25 October 2024 • 13:52 WIB

Jakarta — Pembentukan Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto menuai respons positif dari kalangan pengamat. Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Yose Rizal Damuri, menilai susunan kabinet yang lebih besar justru memberi ruang bagi pemerintah untuk bekerja lebih fokus lewat pembagian tugas yang lebih spesifik di tiap kementerian dan lembaga.

CSIS Soroti Portofolio yang Lebih Spesifik

Dalam media briefing CSIS bertajuk “Menanggapi Kabinet Prabowo-Gibran: Implikasi, Risiko, dan Rekomendasi” yang disiarkan melalui YouTube CSIS Indonesia pada Jumat (25 Oktober), Yose menyebut ada sisi positif dari desain kabinet baru ini. Menurut dia, kehadiran kementerian khusus dan lembaga baru menunjukkan pemerintah mulai memberi perhatian lebih tajam pada sektor-sektor tertentu yang dianggap strategis.

“Ini adalah hasil positif dari pembentukan kabinet ini. Meskipun terlihat sebagai kabinet yang besar, keuntungannya adalah setiap kementerian dan lembaga memiliki portofolio yang lebih khusus untuk menangani area-area tertentu yang memerlukan perhatian,” kata Yose.

Ia mencontohkan kementerian khusus yang menangani hilirisasi industri. Bagi Yose, langkah tersebut memperlihatkan bahwa agenda pengolahan nilai tambah tidak sekadar menjadi slogan, melainkan mendapat penanganan institusional yang lebih jelas.

Fokus Baru di Pangan dan Diplomasi

Yose juga menyoroti pembentukan lembaga yang secara khusus mengurus program Makanan Bergizi Gratis melalui Badan Gizi. Menurutnya, penempatan tugas yang lebih terarah seperti ini dapat membantu pemerintah memusatkan energi pada program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan publik.

Di bidang luar negeri, ia mencatat adanya penunjukan wakil menteri yang secara khusus menangani isu-isu Timur Tengah. Bagi CSIS, pembagian peran semacam ini bisa membuat isu-isu penting tidak tenggelam di tengah banyaknya pekerjaan kabinet.

“Pendekatan ini bermanfaat karena memungkinkan lebih banyak perhatian terfokus pada isu-isu penting yang dianggap sangat penting,” ujarnya.

Prabowo Tekankan Birokrasi yang Lebih Cepat

Pada pertemuan perdana Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23 Oktober), Prabowo sendiri menyoroti tantangan birokrasi yang rumit di Indonesia. Ia meminta para menteri untuk tidak terjebak pada pola kerja yang justru memperlambat pelayanan kepada masyarakat.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah harus berani memangkas hambatan dan menghapus ketidakefisienan. Dalam arahannya, ia menyinggung keluhan publik yang kerap melihat birokrasi sebagai proses yang membuat urusan menjadi lebih sulit, bukan lebih mudah.

“Warga negara kita sering mengomentari bahwa birokrasi pemerintah terlihat membuat segala sesuatu menjadi lebih sulit daripada mudah. Beberapa bahkan mengatakan, ‘jika bisa sulit, mengapa membuatnya mudah?’ Saya mendorong para menteri kita untuk berani dan tegas dalam memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat kita,” ujar Prabowo.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.