Acne patch kerap dianggap sebagai solusi cepat saat jerawat muncul tiba-tiba, terutama di kalangan Gen Z yang akrab dengan tren perawatan kulit praktis. Namun, menurut Almond, pemakaian produk skincare tidak bisa disamaratakan. Kunci utamanya justru ada pada memahami jenis jerawat dan penyebabnya terlebih dahulu, bukan sekadar menempelkan produk lalu berharap hasil instan.
Jangan Asal Pakai Produk Saat Jerawatan
Almond menegaskan bahwa saat kulit sedang berjerawat, pemilihan skincare harus menyesuaikan kondisi jerawat yang dialami. Ia mengingatkan agar orang tidak melakukan diagnosis sendiri karena langkah itu bisa berujung pada pemakaian produk yang tidak sesuai dan justru memperburuk keadaan kulit.
Ia menyarankan langkah awal yang sederhana, yakni mengenali apakah kulit cenderung berminyak atau tidak. Salah satu cara yang mudah dilakukan adalah menggunakan kertas minyak. Jika hasilnya menunjukkan minyak berlebih, maka produk dengan kandungan alkohol bisa dipertimbangkan untuk membantu mengurangi produksi minyak. Meski begitu, penggunaannya tetap perlu hati-hati agar kulit tidak iritasi.
Salicylic Acid dan Kondisi Kulit Berminyak
Untuk kulit berminyak yang rentan berjerawat, Almond merekomendasikan salicylic acid. Kandungan ini dikenal memiliki sifat antibakteri, antiperadangan, dan mampu membantu mengontrol minyak. Menurutnya, salicylic acid cukup efektif karena dapat membantu menekan bakteri sekaligus meredakan peradangan pada kulit yang mudah berjerawat.
Namun, ia juga menekankan bahwa tidak semua jerawat muncul karena minyak berlebih. Ada kondisi ketika kulit terasa kering dan tidak berminyak, tetapi jerawat tetap muncul. Dalam situasi seperti ini, masalahnya bukan pada produksi minyak, melainkan pada faktor lain yang memerlukan pendekatan berbeda.
Jerawat Pustula Bisa Mengarah ke Faktor Lain
Untuk jerawat yang tampak bernanah atau berbentuk pustula kecil, Almond menjelaskan bahwa penyebabnya bisa berkaitan dengan jumlah bakteri yang terlalu tinggi. Ia bahkan menyebut ada kemungkinan faktor lain ikut berperan, termasuk kadar gula darah yang tinggi yang dapat mendukung pertumbuhan bakteri.
Karena itu, ia menilai identifikasi penyebab jerawat menjadi langkah yang tidak boleh dilewatkan sebelum memilih pengobatan. Dengan memahami apakah masalah utamanya minyak, komedo, atau bakteri, perawatan kulit bisa diarahkan lebih tepat dan hasilnya lebih efektif.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
