Ini Perbedaan Hyundai Tucson Hybrid dan G2.0 MPi 2024, Bukan Cuma Mesin
Selisih harga Rp111 juta antara All New Hyundai Tucson G1.6T-GDi Hybrid dan Tucson G2.0 MPi 2024 bukan sekadar soal teknologi penggerak. Di balik banderol Rp632 juta untuk varian 2.0 MPi dan Rp743 juta untuk varian 1.6 T-GDi Hybrid OTR Jakarta, ada sejumlah perbedaan yang membuat keduanya menyasar karakter pembeli yang berbeda. PT Hyundai Motor Indonesia (HMID) memang membawa generasi keempat Tucson ke Indonesia dengan dua opsi, yaitu Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Internal Combustion Engine (ICE).
Eksterior Serupa, Detail Hybrid Lebih Menonjol
Secara tampilan, keduanya nyaris identik. Wajah depan sama-sama mengusung desain Parametric Jewel Hidden Signature Lamps dengan grille aksen dark chrome dan DRL LED tersembunyi yang memberi kesan futuristik. Lampu utama pun sama, memakai LED Projector beam dengan Intelligent Front Lighting System (IFS).
Perbedaannya mulai terasa saat melihat detail samping. Keduanya sama-sama memiliki spion elektrik yang bisa dilipat otomatis dan lampu sein di cover spion. Namun, Tucson G1.6T-GDi Hybrid mendapat tambahan fitur auto dip on reverse, yang membuat spion turun otomatis saat mobil masuk gigi mundur untuk membantu mengurangi blind spot.
Dari sisi kaki-kaki, varian hybrid tampil lebih agresif dengan velg 19 inci, sedangkan G2.0 MPi memakai velg 18 inci. Di balik roda, varian hybrid juga dibekali cakram rem yang lebih besar, yakni 17 inci di depan dan 16 inci di belakang. Pada G2.0 MPi, cakram depan dan belakang sama-sama berukuran 16 inci. Di buritan, keduanya sama-sama memakai Integrated Rear Combination LED lamps dan Wide Center lamp, tetapi varian hybrid mendapat emblem Hybrid sebagai identitas.
Interior Mewah, Hybrid Dapat Tambahan Fitur
Masuk ke kabin, perbedaan keduanya tidak terlalu mencolok pada desain dasar karena sama-sama mengusung Wrap-around Architecture Design dengan nuansa horizontal dan floating type console. Kesan lapang dan modern tetap terasa, apalagi dipadukan dengan finishing black gloss & alloy effects. Namun, varian hybrid mendapat balutan kulit premium pada jok yang menambah kesan lebih mewah.
Keduanya dibekali head unit curved multimedia infotainment system 12,3 inci, meter cluster digital 12,3 inci, serta 8 speaker BOSE. Fitur AC dual zone auto climate control dengan layar sentuh 6,6 inci dan panoramic sunroof juga tersedia pada kedua varian. Bedanya, Tucson G1.6T-GDi Hybrid memiliki auto-drying functions pada sistem AC untuk membantu mengurangi kelembapan di dalam sistem pendingin udara.
Di sektor kemudahan berkendara, varian hybrid juga unggul karena dilengkapi paddle shifter di balik setir. Kursi depan pengemudi mendapat memory seat, sementara jok penumpang depan memiliki walk-in switch on front passenger seat yang memudahkan pengaturan posisi kursi lewat tombol di sisi sandaran. Tambahan lain seperti floating-type center console, glovebox compartment light, vanity mirror lights LED, dan ambient lighting LED semakin memperkuat kesan premium.
Fitur Keselamatan Sama, Mesin Jadi Pembeda Utama
Meski ada perbedaan pada tampilan dan fitur kenyamanan, sektor keselamatan keduanya justru setara. Hyundai membekali Tucson Hybrid dan G2.0 MPi dengan perangkat standar seperti ABS, BAS, CSC, DBC, HAC, MCB, VSM, ESS, MSLA, hingga parking distance warning di depan, samping, dan belakang. Airbag juga tersedia lengkap, mulai dari dual front, side thorax, hingga curtain.
Keduanya juga dibekali paket Hyundai SmartSense, termasuk Blind-Spot Collision-Avoidance Assist, Blind-Spot View Monitor, Driver Attention Warning, Forward Collision-Avoidance Assist, Lane Following Assist, Lane Keeping Assist, Rear Cross-Traffic Collision-Avoidance Assist, Rear Occupant Alert, Safe Exit Warning, Smart Cruise Control dengan Stop & Go, serta Surround View Monitor dengan fitur 3D dan Driving Rear-View Monitor.
Perbedaan paling besar ada di sektor dapur pacu. Tucson G1.6T-GDi Hybrid memakai mesin Smartstream G1.6T-GDi HEV 1.598 cc turbo 4-silinder yang menghasilkan 132 kW atau 180 PS pada 5.500 rpm dan torsi 264 Nm pada 1.500–4.500 rpm. Motor listriknya menggunakan baterai lithium-ion 1,49 kWh dengan tenaga 47,7 kW atau 65 PS dan torsi 264 Nm. Saat bekerja bersama, total tenaganya mencapai 172 kW atau 235 PS dengan torsi 367 Nm.
Sementara itu, Tucson G2.0 MPi mengandalkan mesin Smartstream G2.0 MPi 1.999 cc naturally aspirated 4-silinder yang menghasilkan 115 kW atau 156 PS pada 6.200 rpm dan torsi 192 Nm pada 4.500 rpm. Keduanya sama-sama dipadukan dengan transmisi otomatis 6-percepatan dan penggerak roda depan, tetapi karakter yang ditawarkan jelas berbeda: hybrid lebih bertenaga dan sarat fitur, sedangkan 2.0 MPi menjadi opsi yang lebih sederhana di kelas yang sama.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
