“Tips Ampuh Membuat Anak Gemar Membaca”

Tips Ampuh Membuat Anak Gemar Membaca
Membuat anak jatuh cinta pada membaca tidak bisa dilakukan dengan paksaan. Kuncinya justru ada pada suasana yang tepat, pendampingan yang hangat, dan contoh nyata dari orang dewasa di sekitarnya. Pandangan ini disampaikan oleh Kepala Sekolah HEI Schools Senayan, Meriana Kartini, yang menekankan bahwa membaca bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga pintu untuk mengenal dunia, mengasah imajinasi, dan menemukan minat sejak dini.
Lingkungan yang Menyenangkan Jadi Awal yang Penting
HEI Schools Senayan, yang terinspirasi oleh pendidikan ala Finlandia, menempatkan literasi sebagai fondasi penting dalam perkembangan anak usia dini. Dari pendekatan itu, muncul satu benang merah yang sederhana namun kuat: anak akan lebih mudah dekat dengan buku jika ruang belajarnya terasa nyaman dan menyenangkan. Karena itu, membangun kebiasaan membaca tidak cukup hanya dengan menyediakan buku, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang membuat anak merasa aman dan tertarik untuk kembali membaca.
Menurut sekolah tersebut, ada dua hal utama yang bisa membantu menumbuhkan kecintaan pada membaca. Pertama, menciptakan lingkungan yang mendukung. Kedua, lebih banyak mendampingi anak ketimbang memberi target yang membebani. Pendekatan ini menempatkan anak sebagai subjek yang aktif, bukan sekadar penerima tuntutan.
Orang Dewasa Perlu Jadi Contoh
Arthalia Larsen, Direktur HEI Schools Senayan, menegaskan bahwa kebiasaan membaca anak sangat dipengaruhi oleh orang dewasa di sekitarnya. “Anak-anak yang suka membaca membutuhkan orang dewasa yang ikut suka membaca,” ujarnya. Pesan ini menegaskan bahwa keteladanan jauh lebih efektif dibanding sekadar nasihat. Saat anak melihat orang tuanya atau gurunya menikmati buku, mereka menangkap bahwa membaca adalah aktivitas yang bernilai dan menyenangkan.
Metode Kreatif untuk Menumbuhkan Minat Baca
Dalam praktiknya, HEI Schools Senayan juga menerapkan cara-cara yang lebih kreatif agar anak merasa dekat dengan buku. Salah satunya dengan memberi kesempatan kepada anak untuk memilih sendiri bacaan yang mereka anggap menarik. Cara ini penting karena pilihan yang datang dari anak cenderung memunculkan rasa memiliki terhadap proses membaca itu sendiri.
Setelah membaca, anak diajak menceritakan kembali isi buku dengan cara mereka sendiri. Bahkan, mereka bisa menginterpretasikan gambar dari buku di hadapan teman-temannya. Aktivitas seperti ini bukan hanya melatih pemahaman, tetapi juga membantu anak membangun rasa percaya diri saat berbicara di depan orang lain. Guru maupun orang tua tetap mendampingi, namun tanpa terlalu banyak mengintervensi cara anak mengekspresikan pemahamannya.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.



