“Bajang Pria Bertato Tewas: Polisi Ciduk 2 Pelaku”

Bajang Pria Bertato Tewas, Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku di Garut dan Bandung
Kasus kematian Jajang Sukmana alias Bajang, pria bertato berusia 49 tahun, akhirnya mulai terkuak. Korban yang ditemukan tewas bersimbah darah dengan sejumlah luka bacok di area kebun Desa Mandalasari, Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga kuat menjadi korban pembunuhan. Setelah hampir tiga pekan menyisakan tanda tanya, polisi menangkap dua orang yang disebut sebagai terduga pelaku.
Penangkapan Dilakukan Setelah Pemeriksaan Puluhan Saksi
Pengungkapan kasus ini disampaikan pada Rabu, 15 Januari 2025. Unit Jatanras dan Tim Sancang Sat Reskrim Polres Garut bergerak setelah memintai keterangan sekitar 20 saksi untuk merangkai ulang peristiwa yang menimpa Bajang. Dari hasil penyelidikan itu, petugas kemudian mengamankan dua pria berinisial EA (51) dan PR (32).
EA ditangkap di wilayah Garut, sedangkan PR dibekuk di Bale Endah, Bandung. Penangkapan keduanya menjadi langkah penting dalam pengusutan kasus yang semula ditemukan tanpa kejelasan, terutama karena kondisi korban yang dipenuhi luka bacokan di beberapa bagian tubuh.
Peristiwa Diduga Terjadi Akhir Desember 2024
Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Ari Rinaldo, menjelaskan bahwa kejadian tragis itu diduga berlangsung sekitar akhir Desember 2024. Namun, kasus ini baru benar-benar terungkap sekitar 20 hari kemudian. Jarak waktu tersebut membuat proses penyelidikan harus dilakukan secara hati-hati, termasuk menelusuri keterangan saksi dan kemungkinan hubungan antara korban dengan para terduga pelaku.
Meski dua orang sudah diamankan, polisi belum mengungkap motif di balik pembunuhan tersebut. Penyidik masih mendalami rangkaian fakta untuk memastikan peran masing-masing pihak dan menemukan latar belakang yang memicu kekerasan mematikan itu.
Polisi Dalami Motif dan Peran Masing-Masing Pelaku
Hingga kini, penyidik masih terus bekerja untuk melengkapi berkas perkara dan memastikan penanganan kasus berjalan sesuai prosedur. Polisi juga menegaskan bahwa proses hukum akan terus berlanjut sampai seluruh pihak yang terlibat dapat dipertanggungjawabkan di hadapan pengadilan. Bagi keluarga korban, pengungkapan ini menjadi titik awal dari upaya mencari keadilan atas kematian Bajang yang sempat menyisakan banyak pertanyaan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.



