Suaraberita.biz - Berita Terbaru Hari Ini
Portal berita online yang menyajikan update terbaru seputar kriminal, tekno, otomotif, olahraga, kesehatan, wisata, gaya hidup, dan crypto
Kesehatan

Tinjau Ulang Perhitungan Tunjangan Hari Raya RS Sardjito

27 March 2025 • 10:51 WIB

Gelombang protes dari ratusan pegawai RS Sardjito memaksa manajemen rumah sakit membuka kembali perhitungan tunjangan hari raya (THR) insentif yang selama ini dinilai terlalu kecil. Setelah aksi damai para tenaga kesehatan dan staf administrasi, direksi menyatakan siap mengevaluasi ulang skema pemberian THR yang saat ini berada di angka 30 persen. Bagi para pekerja, besaran itu dianggap tidak sebanding dengan beban kerja harian yang mereka tanggung.

Direksi Janji Lakukan Evaluasi

Dalam audiensi bersama perwakilan karyawan, Eniarti menyampaikan bahwa rumah sakit akan meninjau kembali kebijakan tersebut. Ia menegaskan, evaluasi akan dilakukan dengan melihat kemampuan keuangan rumah sakit. Jika pendapatan meningkat, persentase THR insentif juga disebut berpeluang naik. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa manajemen tidak menutup pintu dialog, meski belum ada angka baru yang dipastikan.

Keluhan Karyawan soal Insentif

Para pegawai menilai THR insentif 30 persen tidak mencerminkan kontribusi mereka selama bekerja. Aksi yang digelar ratusan karyawan bukan sekadar menuntut tambahan, melainkan meminta perhitungan yang lebih adil sesuai sistem remunerasi yang berlaku. Eniarti menjelaskan bahwa gaji pokok tetap dibayarkan penuh, sementara insentif termasuk THR mengikuti mekanisme remunerasi dan kondisi finansial rumah sakit. Karena itu, yang kini dipersoalkan karyawan adalah besaran insentif, bukan hak dasar mereka.

Simulasi Ulang Jadi Jalan Tengah

Untuk mencari titik temu, rumah sakit akan melakukan simulasi ulang guna menghitung besaran THR yang dianggap lebih sesuai dengan kemampuan institusi. Langkah ini diharapkan bisa meredam ketegangan sekaligus menghasilkan keputusan yang tidak merugikan kedua belah pihak. Audiensi tersebut menjadi lanjutan dari desakan para pekerja yang meminta agar kebijakan insentif tidak berhenti pada angka 30 persen, melainkan disesuaikan dengan beban kerja dan kondisi nyata di lapangan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.