Korporasi Terus Borong Bitcoin Meski Pasar Terkoreksi

Korporasi Tetap Borong Bitcoin Saat Harga Masih Terkoreksi
Di tengah pasar kripto yang masih bergejolak, perusahaan-perusahaan publik justru memperlihatkan sikap yang berlawanan arah: mereka terus menambah kepemilikan Bitcoin. Sepanjang kuartal pertama 2025, akumulasi aset digital terbesar itu mencapai level tertinggi dalam tiga bulan, menandakan bahwa koreksi harga belum cukup untuk meredam minat korporasi terhadap BTC.
Akumulasi Bitcoin Tembus 688.000 BTC
Data dari manajer aset Bitwise menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan publik kini telah menguasai total 688.000 BTC. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 3,3% dari total pasokan Bitcoin global. Dalam laporan yang dikutip Cryptopotato, tercatat ada 12 perusahaan baru yang ikut masuk ke Bitcoin selama kuartal tersebut, sehingga total perusahaan yang memiliki BTC kini mencapai 79 entitas.
Strategy Masih Jadi Pemegang Terbesar
Di antara nama-nama besar yang masuk daftar, Strategy—yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy—masih berada di posisi teratas. Perusahaan ini tercatat memegang 531.644 BTC, dengan total nilai akuisisi sekitar USD 36 miliar dan harga rata-rata pembelian USD 67.556 per BTC.
Selain Strategy, deretan perusahaan yang juga masuk daftar kepemilikan Bitcoin mencakup MARA Holdings, Riot Platforms, Cleanspark, serta Metaplanet asal Jepang. Kehadiran nama-nama tersebut memperlihatkan bahwa minat institusional terhadap Bitcoin tidak hanya datang dari satu sektor atau satu negara, melainkan makin meluas di kalangan korporasi.
Harga Turun, Minat Justru Tetap Menguat
Yang menarik, gelombang pembelian ini terjadi saat Bitcoin tengah terkoreksi sekitar 24% dari rekor tertingginya. Dalam kondisi seperti itu, sebagian pasar memilih menunggu, tetapi sejumlah perusahaan justru melihat pelemahan harga sebagai kesempatan untuk menambah posisi. Pola ini mempertegas bahwa bagi sebagian korporasi, Bitcoin masih dipandang sebagai aset strategis jangka panjang, bukan sekadar instrumen spekulatif jangka pendek.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.



