Suaraberita.biz - Berita Terbaru Hari Ini
Portal berita online yang menyajikan update terbaru seputar kriminal, tekno, otomotif, olahraga, kesehatan, wisata, gaya hidup, dan crypto
Crypto

Kepemilikan Bitcoin Tesla Sentuh Rp 16,8 Triliun di Awal 2025: Analisis Terkini

23 April 2025 • 22:26 WIB

Kepemilikan Bitcoin Tesla Masih Jumbo di Awal 2025, Nilainya Tembus Sekitar Rp 16,8 Triliun

Tesla kembali menjadi sorotan bukan karena mobil listriknya, melainkan karena portofolio Bitcoin yang masih bertahan di level besar. Dalam laporan pendapatan terbarunya, produsen otomotif milik Elon Musk itu tercatat masih memegang aset digital senilai sekitar USD 1 miliar atau setara Rp 16,8 triliun. Angka tersebut menegaskan bahwa Tesla belum meninggalkan eksposur kriptonya, meski pasar aset digital terus bergerak liar sepanjang awal 2025.

Nilai Aset Digital Tesla Turun, Tapi Jumlah Bitcoin Tetap

Mengacu pada laporan yang dikutip Coindesk, Tesla membukukan kepemilikan aset digital sebesar USD 951 juta atau sekitar Rp 16 triliun per 31 Maret 2025. Nilai ini lebih rendah dibandingkan posisi pada 30 Desember 2024. Di neraca perusahaan, Tesla tercatat masih menyimpan 11.509 Bitcoin.

Penurunan nilai tersebut diduga kuat dipengaruhi oleh pergerakan harga Bitcoin di antara dua kuartal itu. Meski begitu, tidak ada indikasi Tesla melakukan aksi jual atau beli selama tiga bulan terakhir. Data dari Arkham Intelligence menunjukkan perusahaan tidak menjalankan transaksi apa pun dalam periode tersebut.

Aturan Akuntansi Baru Membuat Nilai Kripto Lebih Terlihat

Perubahan yang terjadi pada laporan Tesla juga tak lepas dari penerapan aturan baru dari FASB, yang mewajibkan perusahaan memasarkan aset digital korporatnya setiap kuartal. Kebijakan ini membuat nilai kepemilikan kripto perusahaan menjadi lebih transparan, sekaligus lebih sensitif terhadap naik-turunnya harga pasar.

Berdasarkan data terbaru, nilai Bitcoin milik Tesla saat ini diperkirakan mencapai sekitar USD 1,049 miliar. Artinya, meski tidak ada transaksi baru, posisi aset perusahaan tetap bergerak mengikuti dinamika pasar kripto yang fluktuatif.

Pendapatan Tesla dan Langkah Agresif MicroStrategy

Di luar urusan Bitcoin, Tesla juga melaporkan pendapatan kuartal pertama 2025 sebesar USD 19,34 miliar atau sekitar Rp 326,3 triliun. Perusahaan bahkan memperkirakan pendapatan tahun ini bisa mencapai USD 21,37 miliar atau Rp 360,6 triliun.

Di saat yang sama, MicroStrategy yang dipimpin Michael Saylor kembali menunjukkan keyakinannya pada Bitcoin. Perusahaan itu baru saja membeli Bitcoin senilai USD 285,8 juta atau sekitar Rp 4,7 triliun, meski pasar saham dan kripto tengah tidak stabil. Aksi tersebut dilakukan ketika saham MicroStrategy sempat mengalami pergerakan tajam pekan lalu, namun perusahaan tetap melanjutkan strateginya dengan menjual saham untuk mendanai pembelian Bitcoin tambahan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.