Langkah Bersama Gelora: 4 Badan Kemasyarakatan untuk Kontribusi Rakyat

Langkah Bersama Gelora: 4 Badan Kemasyarakatan untuk Kontribusi Rakyat
Partai Gelora Indonesia mengambil langkah baru di Jakarta dengan meluncurkan empat badan layanan masyarakat pada Sabtu (10/5). Di balik agenda itu, partai ini ingin menegaskan bahwa kerja politik tidak berhenti pada urusan elektoral semata, melainkan juga harus hadir dalam bentuk layanan yang langsung dirasakan warga. Ketua Koordinator Bidang Penggalangan DPP Partai Gelora Indonesia, Triwisaksana, menyebut pembentukan badan-badan tersebut sebagai upaya memperluas peran partai di tengah masyarakat.
Empat Badan untuk Menjangkau Warga
Adapun empat badan yang diperkenalkan adalah Badan Layanan Masyarakat, Badan Tanggap Bencana, Badan Layanan Advokasi dan Hukum, serta Badan Relawan Palestina. Kehadiran unit-unit ini diarahkan untuk memberi dukungan yang lebih terstruktur, mulai dari pendampingan layanan publik, penanganan situasi darurat, hingga bantuan hukum dan kerja-kerja solidaritas kemanusiaan. Triwisaksana menekankan bahwa Gelora ingin tampil bukan hanya sebagai partai politik, tetapi juga sebagai organisasi yang punya komitmen sosial.
Fokus pada Akses Layanan Publik
Ketua Badan Layanan Masyarakat Partai Gelora Indonesia, Euis Krustiati, menjelaskan bahwa badan yang dipimpinnya dibentuk untuk membantu masyarakat agar lebih mudah menjangkau program-program pemerintah. Menurut dia, masih banyak warga yang kesulitan memahami atau mengakses layanan publik yang sebenarnya tersedia. Karena itu, pendekatan yang dibutuhkan bukan saling menyalahkan, melainkan hadir mendampingi dan membantu warga menemukan jalannya.
Solidaritas untuk Palestina
Sementara itu, Ketua Badan Relawan Palestina, Mushab A Robbani, menegaskan bahwa badan tersebut akan membawa komitmen dukungan terhadap kemerdekaan negara Yerusalem. Peluncuran empat badan ini menjadi penanda bahwa Partai Gelora ingin memperluas kiprah sosialnya melalui kerja-kerja yang lebih konkret, sekaligus membangun citra sebagai partai yang ingin terlibat langsung dalam persoalan kemasyarakatan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.



