Suaraberita.biz - Berita Terbaru Hari Ini
Portal berita online yang menyajikan update terbaru seputar kriminal, tekno, otomotif, olahraga, kesehatan, wisata, gaya hidup, dan crypto
wisata

Healing Baru di Kemang: Tempat Meditasi dari 11 Ton Sampah

21 May 2025 • 11:46 WIB

Di tengah padatnya Kemang, Jakarta Selatan, sebuah ruang baru hadir dengan gagasan yang tak biasa: tempat merawat diri yang juga berbicara lantang soal sampah. Self Care Community Centre (SCCC) dibangun dengan lebih dari 11 ton sampah plastik daur ulang dari sumber lokal, lalu disusun menjadi bangunan berdesain sirkular yang langsung mencuri perhatian. Alih-alih tampil seperti gerai biasa, tempat ini terasa seperti pernyataan bahwa isu kesehatan mental dan krisis lingkungan bisa dibahas dalam satu atap.

Lebih dari sekadar tempat singgah

SCCC tidak dirancang hanya untuk transaksi jual beli. Ruang ini dibangun sebagai pusat aktivitas dengan pilar utama Move, Meditate, Listen, Learn, dan Nourish. Setiap pilar diterjemahkan ke dalam program harian yang mendorong pengunjung bergerak, beristirahat, berdiskusi, hingga mengisi ulang energi secara lebih sadar. Pendekatannya terasa hangat, namun tetap punya arah yang jelas: menjadikan kesejahteraan sebagai pengalaman yang bisa dijalani bersama, bukan konsep yang berhenti di slogan.

Di dalamnya, pengunjung bisa menemukan ruang meditasi, ruang baca komunal, hingga area yang memadukan aktivitas fisik dan pertukaran gagasan. Ada klub lari, sesi tari, dan lokakarya tubuh interaktif yang dikemas dalam suasana komunitas. Beberapa sudutnya juga dibuat lebih mikro dan interaktif, seperti Earthly Elixirs, Recycling Club, Rework Labs, Listening Library, Reading Room, Gallery, Restaurant-bar, dan Meditation Room.

Ruang komunitas yang dibangun dari sisa

Keunikan SCCC tidak hanya terletak pada fungsi ruangannya, tetapi juga pada cara bangunannya dipikirkan sejak awal. Penggunaan sampah plastik daur ulang menjadi bagian penting dari identitas tempat ini, sekaligus memperlihatkan bagaimana material sisa bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai baru. Dalam konteks Jakarta yang akrab dengan persoalan sampah, pendekatan ini memberi lapisan makna tambahan pada pengalaman pengunjung.

Dirancang untuk keseharian

Dan Mitchell, pendiri SCCC, menegaskan bahwa proyek ini bukan semata-mata ruang untuk menjual produk. Ia melihatnya sebagai upaya membangun ekosistem kesejahteraan kultural yang benar-benar melayani komunitas. Dengan kata lain, SCCC ingin menjadi tempat yang mendukung praktik sehari-hari, mendorong pertumbuhan, dan memperkuat rasa keterhubungan antarpengunjung. Di Kemang, gagasan itu kini hadir dalam bentuk ruang yang bukan hanya menarik dilihat, tetapi juga menawarkan cara baru untuk memahami healing, kebersamaan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.