Penggunaan e-Forklift Bridgestone Mampu Tekan Emisi Karbon hingga 17-ton CO2/bulan

Bridgestone Indonesia kembali menunjukkan bahwa agenda keberlanjutan bukan sekadar slogan di atas kertas. Di Pabrik Bridgestone Karawang, Jawa Barat, perusahaan ini mulai mengganti 10 unit forklift berbahan bakar diesel dengan forklift elektrik atau e-forklift sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon dan memperkuat efisiensi operasional.
Target Pengurangan Emisi 17 Ton CO2
Langkah tersebut ditargetkan mampu memangkas emisi hingga 17 ton CO2 per bulan menjelang akhir 2025. Pergeseran dari forklift konvensional ke kendaraan listrik ini menjadi salah satu cara Bridgestone Indonesia mempercepat transisi menuju operasional yang lebih bersih, sekaligus tetap menjaga kelancaran aktivitas di area pabrik.
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menyebut inisiatif ini sejalan dengan visi dan misi perusahaan, Serving Society with Superior Quality. Ia juga menegaskan bahwa langkah tersebut mendukung arah kebijakan pemerintah Indonesia dalam mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
Efisiensi Operasional Jadi Nilai Tambah
Selain menekan emisi CO2, penggunaan e-forklift disebut membawa keuntungan lain bagi perusahaan. Biaya operasional dapat ditekan, sementara waktu operasional berpotensi lebih optimal karena unit listrik tidak memerlukan perawatan mesin seperti forklift diesel. Dalam praktiknya, perubahan ini bukan hanya soal pengurangan polusi, tetapi juga soal efisiensi kerja di lini produksi.
Bridgestone Indonesia sebelumnya juga telah menerapkan sejumlah inisiatif efisiensi energi lain, mulai dari penggunaan lampu LED hingga pengiriman produk dengan mobil listrik. Upaya tersebut bahkan mendapat apresiasi dari PT Honda Prospect Motor (HPM) melalui penghargaan Best CO2 Reduction dan Excellent in Quality.
Komitmen yang Terus Diperluas
Rangkaian langkah ini memperlihatkan bahwa Bridgestone Indonesia mulai memperluas penerapan teknologi ramah lingkungan di berbagai titik operasionalnya. Dari area pabrik hingga distribusi, perusahaan berupaya mengurangi jejak karbon tanpa mengorbankan kualitas maupun produktivitas kerja.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.



