Suaraberita.biz - Berita Terbaru Hari Ini
Portal berita online yang menyajikan update terbaru seputar kriminal, tekno, otomotif, olahraga, kesehatan, wisata, gaya hidup, dan crypto
Lainnya

Peran Kemandirian Antariksa dalam Menguatkan Posisi Indonesia di Dunia

29 May 2025 • 16:56 WIB

Peran Kemandirian Antariksa dalam Menguatkan Posisi Indonesia di Dunia

Di tengah rivalitas global yang kian tajam, ruang antariksa tak lagi sekadar urusan sains dan teknologi. Ia telah berubah menjadi arena strategis yang memengaruhi kedaulatan, pertahanan, ekonomi, hingga masa depan pembangunan nasional. Isu inilah yang mengemuka dalam diskusi publik “Mewujudkan Kemandirian Antariksa Indonesia di Tengah Rivalitas Global” yang digelar Center for International Relations Studies, Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sosial dan Politik (CIReS LPPSP) FISIP UI di Auditorium Juwono Sudarsono, FISIP UI, Selasa (27/05).

Kemandirian Antariksa Bukan Lagi Pilihan

Dalam sambutannya, Dekan FISIP UI Prof. Semiarto Aji Purwanto menilai kemandirian antariksa sudah menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar agenda tambahan. Ia mengapresiasi langkah CIReS FISIP UI yang membuka ruang diskusi mengenai isu strategis tersebut. Menurutnya, jika Indonesia ingin mempertahankan kedaulatan di tengah persaingan negara-negara besar, maka penguatan kapasitas di bidang antariksa harus dipandang sebagai bagian dari kepentingan nasional.

Prof. Semiarto juga menekankan bahwa perkembangan satelit dan misi luar angkasa kini ikut menentukan posisi sebuah negara dalam percaturan internasional. Karena itu, FISIP UI disebutnya berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas Indonesia di sektor-sektor strategis, termasuk antariksa.

Langkah Indonesia Menuju Kemandirian

Keynote speaker, Prof. Thomas Djamaluddin selaku Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa (PRA) Badan Riset dan Inovasi Nasional, memaparkan bahwa Indonesia sejatinya telah memiliki kebijakan dan program antariksa nasional yang diarahkan untuk mencapai kemandirian, kemajuan, dan keberlanjutan. Namun, tujuan itu tidak akan tercapai tanpa penguatan riset, pengembangan teknologi penerbangan dan antariksa, serta kemampuan meluncurkan wahana antariksa dari dalam negeri.

Ia menjelaskan, salah satu kunci penting adalah pembangunan bandar antariksa di wilayah Indonesia. Dengan infrastruktur tersebut, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga dapat memperkuat posisinya sebagai negara yang mampu mengembangkan dan mengoperasikan aktivitas antariksa secara lebih mandiri.

Persaingan Global dan Posisi Negara Berkembang

Asra Virgianita, Ph.D., selaku Vice Director CIReS LPPSP FISIP UI, menggarisbawahi bahwa pembangunan ruang antariksa saat ini cenderung lebih berpihak pada kepentingan ekonomi, sementara dampak lingkungan kerap berada di belakang. Ia juga menyoroti bahwa akses terhadap teknologi tinggi masih didominasi negara-negara maju, sehingga ruang antariksa menjadi arena yang tidak sepenuhnya setara bagi negara berkembang.

Menurut Asra, Indonesia tidak bisa hanya menjadi penonton dalam perubahan lanskap geopolitik ini. Peran aktif di bidang antariksa diperlukan agar Indonesia tidak tertinggal dalam kompetisi global yang semakin dipengaruhi oleh kehadiran aktor non-negara, termasuk perusahaan swasta yang makin agresif mengembangkan teknologi dan layanan antariksa.

Diskusi di FISIP UI itu memperlihatkan satu benang merah: kemandirian antariksa bukan hanya soal ambisi teknologi, melainkan soal kemampuan Indonesia menjaga kepentingannya sendiri di tengah perebutan pengaruh yang semakin kompleks.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.