Bartender Indonesia Bersaing di Diageo World Class 2025

Bartender Indonesia Bersaing di Diageo World Class 2025
Persaingan bartender terbaik Indonesia kembali memanas lewat gelaran Diageo World Class Indonesia 2025 yang berlangsung di H Bar, Jakarta. Ajang ini bukan sekadar kompetisi meracik minuman, melainkan panggung untuk menunjukkan teknik, kreativitas, dan konsistensi para bartender yang ingin naik kelas di industri hospitality.
Ajang Bergengsi yang Terus Meluas
Sejak pertama kali digelar di London pada 2009, Diageo World Class berkembang menjadi kompetisi global yang kini menjangkau lebih dari 55 negara, termasuk Indonesia. Tahun ini, delapan finalis terbaik dari Jakarta, Bali, dan Surabaya tampil dalam perebutan gelar juara. Kehadiran mereka menegaskan bahwa dunia bartending di Indonesia semakin kompetitif dan punya talenta yang siap bersaing di level internasional.
Panggung untuk Kreativitas dan Jaringan Profesional
Astrida Pohan, International Spirit & Luxury Portfolio Manager Diageo Indonesia, menilai kompetisi ini punya nilai lebih dari sekadar kemenangan. Menurut dia, Diageo World Class Indonesia menjadi ruang bagi bartender untuk mengasah kreativitas, meningkatkan keahlian, sekaligus memperluas eksposur di industri. Dalam konteks persaingan yang makin ketat, ajang seperti ini juga membuka kesempatan bagi para bartender dari berbagai latar belakang untuk saling berbagi pengalaman dan saling menginspirasi.
Selain itu, kehadiran juri internasional berpengalaman membuat kompetisi ini memberi bobot tersendiri bagi para peserta. Mereka tidak hanya dinilai dari hasil akhir, tetapi juga dari kemampuan menghadapi tantangan yang dirancang melalui proses seleksi ketat, mulai dari penyisihan hingga final challenge.
Charles Richard Wakili Indonesia ke Toronto
Setelah melalui rangkaian penilaian yang ketat, Charles Richard dari Seken Bar, Seminyak, Bali, keluar sebagai pemenang Diageo World Class Indonesia 2025. Kemenangan ini mengantarkannya menjadi wakil Indonesia di final global Diageo World Class 2025 yang akan digelar di Toronto, Kanada. Bagi Charles, pencapaian tersebut bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga membawa nama Indonesia ke salah satu panggung bartending paling prestisius di dunia.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.



