Suaraberita.biz - Berita Terbaru Hari Ini
Portal berita online yang menyajikan update terbaru seputar kriminal, tekno, otomotif, olahraga, kesehatan, wisata, gaya hidup, dan crypto
Gaya Hidup

Penyebab Serangan Jantung Saat Tidur: Gejala dan Tips Pencegahan

17 June 2025 • 21:31 WIB

Penyebab Serangan Jantung Saat Tidur: Gejala dan Tips Pencegahan

Serangan jantung tidak selalu datang saat seseorang sedang beraktivitas berat. Dalam kondisi tertentu, serangan itu justru bisa terjadi ketika tubuh tampak beristirahat penuh di malam hari. Fakta ini kerap mengejutkan, karena saat tidur banyak orang mengira jantung ikut “melambat” dan berada dalam keadaan aman. Padahal, pada situasi tertentu, organ vital ini tetap dapat mengalami tekanan berlebih dan memicu serangan jantung saat tidur.

Mengapa Risiko Bisa Muncul Saat Tidur?

Secara normal, detak jantung dan tekanan darah memang cenderung menurun ketika seseorang tidur. Proses ini membantu tubuh memulihkan diri setelah aktivitas seharian. Namun, pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu, mekanisme tersebut tidak selalu berjalan mulus. Jantung bisa dipaksa bekerja lebih keras akibat gangguan tidur, penyakit jantung, atau masalah lain yang mengganggu suplai oksigen ke tubuh.

Salah satu faktor yang paling sering dikaitkan dengan kondisi ini adalah sleep apnea, yaitu gangguan saat napas berhenti berulang kali dalam waktu singkat ketika tidur. Saat napas terhenti, kadar oksigen dalam darah turun dan jantung harus bekerja lebih berat untuk mempertahankan fungsi tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular serius, termasuk serangan jantung.

Faktor Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Sejumlah kondisi dapat menjadi pemicu serangan jantung, baik saat terjaga maupun saat tidur. Di antaranya adalah penyakit jantung koroner, penyakit jantung bawaan, infeksi jantung, gagal jantung, aritmia, penyalahgunaan NAPZA, dan hipoksia. Pada sebagian orang, risiko ini semakin besar jika sudah memiliki riwayat penyakit jantung atau kualitas tidur yang buruk.

Yang membuat serangan jantung saat tidur lebih berbahaya adalah gejalanya tidak selalu mudah dikenali. Seseorang bisa saja tidak sadar bahwa tubuhnya sedang memberi sinyal bahaya karena kejadian itu berlangsung ketika ia tertidur. Akibatnya, penanganan sering terlambat dilakukan.

Gejala yang Tidak Boleh Diabaikan

Meski terjadi saat tidur, serangan jantung tetap dapat menimbulkan tanda-tanda tertentu. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain keringat dingin, nyeri dada, sesak napas, kelelahan ekstrem, dan rasa cemas yang muncul tiba-tiba. Jika tanda-tanda ini muncul saat bangun tidur, apalagi berulang, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele.

Penanganan yang terlambat bisa berujung pada komplikasi serius, seperti gangguan irama jantung, gagal jantung, syok kardiogenik, hingga henti jantung mendadak. Karena itu, pemeriksaan kesehatan jantung secara berkala penting dilakukan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko tertentu.

Pencegahan Dimulai dari Tidur yang Lebih Sehat

Selain memantau kondisi jantung, penanganan dini terhadap gangguan tidur seperti sleep apnea juga menjadi langkah penting. Kualitas tidur yang baik bukan hanya membuat tubuh lebih segar, tetapi juga membantu menjaga kerja jantung tetap stabil sepanjang malam. Dengan mengenali risiko sejak awal, peluang terjadinya serangan jantung saat tidur dapat ditekan lebih baik.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.