Suaraberita.biz - Berita Terbaru Hari Ini
Portal berita online yang menyajikan update terbaru seputar kriminal, tekno, otomotif, olahraga, kesehatan, wisata, gaya hidup, dan crypto
Kesehatan

Ciri Stevens Johnson Syndrome dan Penanganannya

23 June 2025 • 17:31 WIB

Ciri Stevens Johnson Syndrome dan Penanganannya

Stevens Johnson Syndrome (SJS) bukan sekadar ruam biasa. Kondisi ini tergolong serius karena dapat berkembang cepat dan menyerang kulit sekaligus selaput lendir di berbagai bagian tubuh. Pada tahap awal, gejalanya kerap menipu karena tampak seperti penyakit flu: demam, batuk, sakit tenggorokan, hingga nyeri tubuh. Namun, ketika fase berikutnya muncul, tanda-tandanya jauh lebih mengkhawatirkan dan membutuhkan perhatian medis segera.

Gejala awal yang sering disalahartikan

Pada banyak kasus, SJS diawali keluhan yang terlihat ringan. Penderita bisa merasa lemas, demam, dan tidak enak badan seperti saat terserang infeksi biasa. Karena kemunculannya bertahap, kondisi ini sering terlambat dikenali. Padahal, dalam waktu singkat, keluhan tersebut dapat berubah menjadi ruam merah yang terasa sakit, lalu berkembang menjadi lepuh dan menyebar ke area tubuh lain.

Bagian yang paling sering terdampak adalah wajah, mulut, mata, dan alat kelamin. Gejala khas lainnya meliputi lepuh pada kulit dan selaput lendir, pengelupasan kulit, nyeri kulit tanpa sebab yang jelas, pembengkakan pada mulut, bibir, dan wajah, serta peradangan pada mata yang bisa memicu penglihatan kabur.

Kondisi yang bisa berkembang menjadi lebih berat

Dalam situasi yang lebih parah, SJS dapat berkembang menjadi nekrolisis epidermal toksik atau TEN. Pada tahap ini, lebih dari 30 persen permukaan kulit dapat terlibat. Perkembangan seperti ini menjadikan SJS sebagai kondisi yang tidak boleh dianggap remeh, karena risiko komplikasinya meningkat tajam dan membutuhkan penanganan cepat.

Karena sifatnya yang serius, pasien SJS umumnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Tujuannya adalah untuk pemantauan ketat sekaligus mencegah komplikasi lanjutan yang dapat membahayakan kondisi pasien.

Penanganan harus cepat dan terarah

Fokus utama penanganan SJS adalah mengenali gejala sedini mungkin dan segera mendapatkan bantuan medis. Semakin cepat kondisi ini ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan yang lebih luas pada kulit dan organ yang terdampak. Pemahaman terhadap ciri-ciri SJS menjadi penting agar penderita maupun keluarga tidak terlambat mengambil langkah saat gejala mulai muncul.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.