Suaraberita.biz - Berita Terbaru Hari Ini
Portal berita online yang menyajikan update terbaru seputar kriminal, tekno, otomotif, olahraga, kesehatan, wisata, gaya hidup, dan crypto
Kriminal

Pelaku Mencari Alibi Terkait Motif Mutilasi Korban – Utang Jadi Dalih

23 June 2025 • 21:52 WIB

Pelaku Diduga Cari Alibi, Keluarga Korban Bantah Keras Dalih Utang dalam Kasus Mutilasi di Batang Anai

Keluarga almarhumah Septia Adinda, korban pembunuhan dan mutilasi di Batang Anai, Padang Pariaman, menolak mentah-mentah alasan yang disampaikan pelaku Satria Johanda alias Wanda. Dalih soal adanya utang antara pelaku dan korban dinilai hanya upaya mencari pembenaran atas perbuatan keji yang telah terjadi.

Keluarga Sebut Alasan Utang Tidak Masuk Akal

Ayah korban, Dasrizal, menegaskan Septia Adinda tidak pernah sekalipun bercerita mengenai persoalan utang tersebut. Ia mengatakan, jika memang benar ada kewajiban yang belum diselesaikan, pihak keluarga tidak akan keberatan untuk membayarnya. Namun, menurutnya, narasi itu tetap tidak dapat diterima sebagai alasan atas pembunuhan dan mutilasi yang menimpa putrinya.

Dasrizal juga menuturkan bahwa keluarga selama ini berusaha mencukupi kebutuhan Septia Adinda meski hidup dalam keterbatasan. Karena itu, ia menilai tudingan bahwa masalah utang menjadi pemicu peristiwa tragis tersebut sangat jauh dari kenyataan yang diketahui keluarga.

Pelaku Sudah Mengaku dan Ditahan Polisi

Satria Johanda alias Wanda telah mengakui perbuatannya kepada polisi. Saat ini, ia ditahan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Pengakuan itu sekaligus memperkuat langkah aparat dalam mengusut kasus yang menyita perhatian publik di Padang Pariaman tersebut.

Di sisi lain, keluarga korban berharap pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya. Bagi mereka, kasus ini bukan sekadar persoalan hilangnya nyawa, tetapi juga luka mendalam akibat kekerasan brutal yang merenggut Septia Adinda secara mengenaskan.

Harapan Keluarga: Hukuman Setimpal

Pernyataan keluarga menunjukkan satu hal yang tegas: mereka tidak ingin kasus ini bergeser menjadi pembelaan sepihak yang mengaburkan fakta utama. Bagi keluarga, yang terpenting adalah keadilan bagi korban dan hukuman setimpal bagi pelaku yang telah mengakui tindakannya.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.