Suaraberita.biz - Berita Terbaru Hari Ini
Portal berita online yang menyajikan update terbaru seputar kriminal, tekno, otomotif, olahraga, kesehatan, wisata, gaya hidup, dan crypto
Gaya Hidup

Sariawan di Tenggorokan: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

06 July 2025 • 18:16 WIB

Sariawan di Tenggorokan: Gejala, Pemicu, dan Cara Menanganinya

Sariawan di tenggorokan bukan sekadar gangguan kecil yang bisa diabaikan. Saat luka muncul di area ini, rasa nyeri bisa terasa tajam ketika menelan, berbicara, bahkan bernapas. Kondisi tersebut kerap membuat aktivitas harian terganggu, apalagi bila disertai rasa perih yang terus-menerus. Karena itu, mengenali tanda-tandanya sejak awal menjadi langkah penting agar keluhan tidak berkembang lebih jauh.

Gejala yang Sering Muncul

Sariawan di tenggorokan umumnya ditandai oleh luka kecil berbentuk bulat atau oval di rongga mulut maupun area tenggorokan. Sebelum luka tampak jelas, sebagian orang lebih dulu merasakan sensasi terbakar atau tidak nyaman. Setelah itu, nyeri saat menelan biasanya menjadi keluhan utama. Dalam beberapa kasus, suara juga bisa berubah karena area tenggorokan ikut teriritasi.

Gejala lain yang dapat menyertai antara lain demam ringan dan pembengkakan kelenjar getah bening. Meski terlihat sederhana, rangkaian gejala ini bisa sangat mengganggu, terutama jika luka membuat penderita sulit makan atau minum dengan nyaman.

Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Ada sejumlah faktor yang dapat memicu sariawan di tenggorokan. Infeksi virus atau jamur termasuk penyebab yang sering ditemukan. Selain itu, refluks asam lambung juga dapat mengiritasi tenggorokan dan memicu luka. Cedera lokal, sistem kekebalan tubuh yang lemah, kekurangan nutrisi, serta paparan iritasi kimia turut berperan dalam munculnya kondisi ini.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah makanan pedas atau asam, alergi, dan kebiasaan merokok. Pada sebagian orang, sariawan di tenggorokan juga bisa muncul sebagai bagian dari masalah kesehatan yang lebih mendasar. Karena itu, keluhan yang tak kunjung membaik perlu mendapat perhatian lebih serius.

Kapan Harus Periksa ke Dokter

Jika sariawan di tenggorokan tidak membaik dalam 1–2 minggu, atau justru semakin berat, pemeriksaan medis sebaiknya tidak ditunda. Langkah ini juga penting bila penderita memiliki penyakit dasar seperti HIV/AIDS, refluks asam lambung, atau kanker. Dalam kondisi tertentu, gejala yang tampak seperti sariawan bisa menjadi penanda masalah lain yang membutuhkan penanganan khusus.

Perawatan yang Bisa Dilakukan di Rumah

Penanganan awal di rumah dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman. Berkumur dengan air garam hangat, minum cairan yang menenangkan, serta menggunakan obat pereda nyeri dapat menjadi pilihan sederhana. Obat kumur topikal juga bisa digunakan untuk membantu mengurangi iritasi. Selain itu, penting untuk menghindari makanan atau zat yang memicu perih, meningkatkan asupan nutrisi, menjaga kelembaban udara, dan mengistirahatkan suara bila diperlukan.

Jika penyebabnya memerlukan terapi medis, dokter dapat meresepkan antibiotik, antivirus, kortikosteroid, atau terapi suara, tergantung pada pemicunya. Penanganan yang tepat akan jauh lebih efektif bila disesuaikan dengan penyebab yang mendasari, bukan hanya gejalanya.

Di sisi lain, menjaga kebersihan mulut dan menerapkan gaya hidup sehat tetap menjadi langkah pencegahan yang penting. Dengan kebiasaan yang lebih teratur, risiko sariawan di tenggorokan kambuh dapat ditekan, sekaligus membantu tubuh lebih siap menghadapi pemicunya.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.