Suaraberita.biz - Berita Terbaru Hari Ini
Portal berita online yang menyajikan update terbaru seputar kriminal, tekno, otomotif, olahraga, kesehatan, wisata, gaya hidup, dan crypto
Kriminal

Sanksi Serang Kantor Satpol PP, Ancaman Pemecatan Oknum Polisi

07 July 2025 • 11:06 WIB

Sanksi Serang Kantor Satpol PP, Ancaman Pemecatan Oknum Polisi

Penyerangan terhadap Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Gorontalo kini berbuntut panjang. Aksi yang diduga melibatkan sejumlah oknum polisi itu tidak hanya memicu kerusakan dan kepanikan, tetapi juga membuka jalan bagi sanksi paling berat dari institusi kepolisian: pemecatan tidak dengan hormat.

Polda Gorontalo Ambil Sikap Tegas

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu dini hari, 5 Juli 2025, di Jalan Sultan Botutihe, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. Dalam insiden itu, sejumlah kaca kantor dilaporkan rusak akibat penyerangan yang berlangsung secara brutal. Situasi sempat membuat warga di sekitar lokasi panik karena kejadian berlangsung pada waktu yang tidak terduga.

Kapolda Gorontalo, Inspektur Jenderal Polisi R. Eko Wahyu, langsung memerintahkan penyelidikan internal untuk menelusuri keterlibatan anggota kepolisian dalam peristiwa tersebut. Langkah ini menunjukkan bahwa Polda Gorontalo tidak ingin kasus itu dibiarkan tanpa kepastian hukum dan disiplin.

Sanksi Terberat Menunggu Jika Terbukti

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Gorontalo, Komisaris Besar Polisi Desmont Harjendro, menegaskan bahwa sanksi berat akan dijatuhkan apabila benar ada anggota Polri yang terlibat. Salah satu konsekuensi yang disiapkan adalah pemecatan tidak dengan hormat, sebagai bentuk penegakan disiplin dan tanggung jawab institusi terhadap pelanggaran anggotanya.

Desmont juga menekankan bahwa Polri tidak akan mentolerir tindakan yang mencoreng nama baik korps, terlebih jika dilakukan oleh aparat yang seharusnya menjadi contoh di tengah masyarakat. Penanganan internal ini, kata dia, menjadi bagian dari komitmen menjaga integritas dan reputasi kepolisian.

Penyelidikan Masih Berjalan

Hingga kini, motif dan latar belakang penyerangan masih didalami. Pemeriksaan internal diharapkan dapat mengungkap peran masing-masing pihak yang terlibat, sekaligus memastikan langkah hukum dan disiplin berjalan sesuai aturan. Di tengah sorotan publik, Kapolda Gorontalo juga mengingatkan seluruh personel agar tetap menjunjung etika dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Kasus ini menjadi ujian bagi Polda Gorontalo untuk menunjukkan bahwa pelanggaran oleh anggota tidak akan diperlakukan berbeda. Di saat masyarakat menunggu hasil penyelidikan, tekanan publik terhadap transparansi dan ketegasan institusi semakin menguat.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.