Efek Minum Susu Saat Konsumsi Antibiotik: Disarankan Tidak oleh BPOM

Efek Minum Susu Saat Konsumsi Antibiotik: Disarankan Tidak oleh BPOM
Di balik kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele, ada kombinasi yang justru bisa mengganggu kerja obat di dalam tubuh. Salah satunya adalah mencampur antibiotik dengan susu. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan bahwa tidak semua obat aman diminum bersamaan dengan bahan tertentu, karena interaksi yang terjadi dapat menurunkan efektivitas obat atau memicu efek samping yang tidak diinginkan.
Interaksi obat tidak boleh dianggap remeh
BPOM menekankan pentingnya memahami aturan konsumsi obat, terutama ketika seseorang sedang menjalani pengobatan dengan antibiotik. Susu, yang selama ini dianggap minuman sehat, ternyata bisa menjadi penghambat pada jenis antibiotik tertentu. Kandungan mineral di dalam susu dapat memengaruhi penyerapan obat, sehingga manfaatnya tidak bekerja optimal sesuai yang diharapkan.
Karena itu, pasien tidak disarankan asal menelan obat tanpa memperhatikan petunjuk penggunaan. Aturan minum obat bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting agar terapi berjalan aman dan efektif. Dalam konteks ini, kehati-hatian menjadi kunci, terutama saat obat dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau minuman tertentu.
Alkohol juga disebut berisiko
Selain susu dan antibiotik, BPOM Jakarta juga menyoroti bahaya konsumsi alkohol bersamaan dengan obat-obatan. Beberapa jenis obat memang sebaiknya tidak diminum bersama alkohol, seperti antihistamin, obat flu, dan antidepresan. Kombinasi tersebut dapat memunculkan keluhan seperti mual, muntah, sakit kepala, hingga sesak napas.
Dalam kondisi yang lebih berat, campuran alkohol dan obat juga dapat memicu keracunan. BPOM menjelaskan bahwa alkohol dapat menambah beban kerja hati, sehingga organ ini harus bekerja lebih keras untuk memproses zat yang masuk ke tubuh. Jika dilakukan terus-menerus atau dalam kondisi tertentu, risiko gangguan kesehatan bisa meningkat.
Perhatikan petunjuk sebelum minum obat
Pesan utama dari BPOM cukup jelas: setiap obat memiliki aturan pakai yang harus dipatuhi. Masyarakat diminta lebih teliti membaca informasi pada kemasan atau mengikuti anjuran tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi obat, termasuk antibiotik. Langkah sederhana ini bisa mencegah interaksi yang merugikan dan membantu obat bekerja sesuai fungsinya.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.



