Suaraberita.biz - Berita Terbaru Hari Ini
Portal berita online yang menyajikan update terbaru seputar kriminal, tekno, otomotif, olahraga, kesehatan, wisata, gaya hidup, dan crypto
Crypto

Dampak Tarif AS terhadap Ekonomi dan Bitcoin: Analisis

11 July 2025 • 07:11 WIB

Kebijakan tarif Amerika Serikat kembali menjadi sorotan pasar global. Di satu sisi, langkah ini mendorong harga tembaga melonjak dan menekan saham-saham sektor farmasi. Di sisi lain, kebijakan tersebut juga menambah lapisan baru ketidakpastian dalam perdagangan internasional, terutama setelah Washington baru saja mencapai kesepakatan dagang dengan Inggris dan Vietnam, serta menunda sebagian pembahasan dengan China.

Tarif Baru Picu Kekhawatiran Pasar Global

Presiden Donald Trump disebut telah mengirim pemberitahuan tarif kepada sejumlah negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, dan beberapa negara Asia lainnya, Indonesia di antaranya. Besaran tarif yang disampaikan berada di kisaran 25 persen hingga 40 persen. Ancaman tarif yang lebih tinggi juga tetap terbuka jika negara-negara mitra dagang itu memilih membalas kebijakan Amerika Serikat.

Situasi ini membuat pasar kembali waspada. Kebijakan tarif berpotensi memicu ketidakstabilan baru di pasar global, memperbesar risiko stagflasi, dan mendorong tekanan inflasi dari kenaikan harga impor, terutama pada barang-barang utama yang sensitif terhadap biaya perdagangan.

Bitcoin Masih Bertahan di Tengah Tekanan Jangka Pendek

Di sisi aset digital, data on-chain menunjukkan tren akumulasi jangka panjang Bitcoin masih berlanjut. Rasio outflow/inflow bulanan tercatat turun ke 0,9, level terendah sejak berakhirnya bear market 2022. Angka ini mengindikasikan bahwa lebih banyak Bitcoin ditarik dari bursa ketimbang yang masuk kembali ke pasar.

Meski tekanan jual jangka pendek masih terasa kuat di salah satu exchange global, harga Bitcoin tetap bertahan di kisaran 100.000 hingga 110.000 dolar AS. Ketahanan harga ini memberi sinyal bahwa tekanan jual tersebut kemungkinan besar diserap oleh akumulasi yang sedang berlangsung, sehingga pasar belum kehilangan pijakan utamanya.

Antara Risiko Makro dan Daya Tahan Kripto

Pergerakan ini menunjukkan dua tekanan yang berjalan bersamaan: pasar tradisional menghadapi ancaman dari kebijakan tarif, sementara Bitcoin justru memperlihatkan daya tahan di tengah gejolak tersebut. Dalam kondisi seperti ini, investor tampak masih membedakan antara aset yang rentan terhadap eskalasi perdagangan dan aset yang didukung oleh akumulasi jangka panjang.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.