Ethereum telah menunjukkan performa yang mengesankan belakangan ini, mengalahkan Bitcoin dalam pertumbuhan harga. Hal ini mendorong minat investor ritel untuk beralih ke altcoin, dengan spekulasi bahwa periode “altseason” akan segera dimulai. Dalam sepekan terakhir, harga Ethereum (ETH) naik lebih dari 8% dan berhasil mencapai level tertinggi sejak Februari, sementara Bitcoin hanya mengalami kenaikan sekitar 2% setelah tekanan jual. Kabar tentang RUU GENIUS di AS turut menjadi pendorong kenaikan harga Ethereum, di mana RUU tersebut diharapkan dapat mendukung perkembangan sektor DeFi di jaringan Ethereum. Volume perdagangan ETH juga meningkat secara signifikan, dengan total transaksi spot mencapai USD 37,1 miliar dalam 24 jam terakhir. Perbandingan rasio ETH-BTC juga menunjukkan kenaikan yang signifikan. Para analis meyakini bahwa Ethereum masih memiliki potensi untuk terus naik.
Namun, pertanyaan yang muncul adalah apakah altseason sudah dekat atau masih jauh. Altseason biasanya terjadi ketika lebih dari 75% dari altcoin papan atas dapat mengungguli Bitcoin selama 90 hari. Saat ini, Altcoin Season Index menunjukkan angka 35, yang masih tergolong netral. Dominasi Bitcoin atas pasar masih cukup tinggi, yaitu mencapai 63,7%. Namun, jika angka ini turun di bawah 62%, hal ini bisa menjadi indikasi awal peralihan arus modal dari Bitcoin ke altcoin.
