Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Juda Agung, memberikan lima pesan dan arahan kepada Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kepulauan Riau (KPw BI Kepri), Rony Widijarto P, saat pengukuhan di Kota Batam. Salah satunya adalah pentingnya penguatan langkah strategis serta koordinasi erat dengan pemerintah daerah untuk menjaga daya saing ekspor produk unggulan Kepri, terutama produk industri di tengah dinamika global seperti kebijakan tarif dari Amerika Serikat.
Selain itu, BI diharapkan terus mendukung kemudahan masuknya investasi asing langsung (FDI) yang menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini juga melibatkan sinergi dalam pengendalian inflasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Juda juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA), terutama di Batam sebagai pintu gerbang perdagangan internasional Indonesia.
Rony Widijarto P menggantikan Suryono yang mendapat tugas baru sebagai Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara. Juda Agung juga memberikan apresiasi atas kinerja Suryono selama memimpin BI Kepri serta menyoroti pertumbuhan ekonomi Kepri yang lebih tinggi dari rata-rata nasional dalam tiga triwulan terakhir dan inflasi yang terkendali. Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyoroti kerja sama BI dengan Pemerintah Provinsi dalam mendukung UMKM naik kelas melalui kurasi produk dan akses pasar.
Dengan pengukuhan Rony Widijarto P, diharapkan sinergi antara BI dan pemda semakin diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Riau. Selain itu, kolaborasi yang solid antara BI, Gubernur Kepri, wali kota, bupati, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi Kepri ke depan.
