Puluhan Warga Bekasi Tertipu Kontrakan Fiktif, Uang Rp3,7 M Raib!

Polres Metro Bekasi Kota tengah membongkar dugaan penipuan berkedok kontrakan murah di kawasan Jakasampurna, Bekasi Barat, yang ternyata fiktif. Kasus ini menyita perhatian karena menyangkut puluhan korban dengan total kerugian sementara yang sudah menembus Rp3,7 miliar. Modusnya rapi: unit kontrakan ditawarkan lewat Facebook dengan harga sekitar Rp75 juta hingga Rp125 juta, membuat sejumlah orang tergiur dan akhirnya menyerahkan uang.
62 Korban, 22 Laporan Masuk ke Polisi
Berdasarkan penyelidikan awal, sedikitnya 62 orang diduga menjadi korban dalam kasus ini. Dari jumlah tersebut, Polres Metro Bekasi Kota telah menerima 22 laporan polisi. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi Binsar Hatorangan, mengatakan para korban sudah melapor ke pihak berwenang setelah merasa tertipu dan tak kunjung mendapat kejelasan dari pihak yang menawarkan kontrakan itu.
Makelar, Pemilik, dan Rumah yang Tak Lagi Ada
Penawaran kontrakan fiktif itu disebut disebarkan melalui media sosial oleh seorang makelar bernama Yurike atau Rike Herlanda. Para korban kemudian diarahkan berhubungan dengan Karsih, yang disebut sebagai pemilik kontrakan. Namun setelah uang dibayarkan, komunikasi terputus dan korban tidak lagi bisa menghubungi Karsih. Saat dilakukan pengecekan ke lokasi, rumah yang dijanjikan justru sudah tidak ada, memperkuat dugaan bahwa properti tersebut memang fiktif sejak awal.
Polisi Buru Terlapor dan Dalami Aliran Uang
Hingga kini, penyidik masih memburu Karsih dan telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengurai peran masing-masing pihak dalam kasus ini. Polisi juga terus menelusuri pola penawaran dan transaksi yang terjadi agar rangkaian dugaan penipuan ini bisa dipetakan secara utuh. Di tengah banyaknya korban yang merasa dirugikan, kasus ini menjadi pengingat bahwa tawaran properti dengan harga terlalu murah tetap perlu dicermati secara ketat sebelum uang berpindah tangan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.



