Pemerintah China mengutuk serangan Israel ke pusat-pusat distribusi bantuan Gaza dan mengakibatkan bencana kemanusiaan. Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, tindakan seperti itu merugikan warga sipil dan melanggar hukum internasional. Kantor media pemerintah Gaza melaporkan peningkatan jumlah korban tewas akibat serangan Israel, termasuk pusat distribusi bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza. Otoritas Gaza menyebut pusat distribusi bantuan yang dikelola oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza sebagai “jebakan maut” karena beberapa insiden serangan mematikan Israel terhadap orang yang mengantre bantuan. Keputusan Israel untuk tidak berkerja sama dengan UNRWA telah menimbulkan kekhawatiran akan kondisi kemanusiaan di Gaza. Pasukan Israel bahkan menyerang Gereja Keluarga Kudus di Gaza, menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Komite gereja Palestina menyerukan pemimpin gereja dan pemuka agama Kristen di seluruh dunia untuk turut mengecam serangan Israel. Tentara Israel juga dikritik karena mengebom tempat ibadah, termasuk Gereja Baptis Gaza dan Gereja Ortodoks Yunani Santo Porphyrius. Kondisi ini menunjukkan eskalasi konflik yang mengancam kemanusiaan di Jalur Gaza.
China Kutuk Serangan Israel ke Pusat Distribusi Bantuan Gaza
