Crypto

Tesla Lepas 75% Bitcoin dalam Masa Terburuk: Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Tesla baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah menjual sebagian besar kepemilikan bitcoin mereka selama kuartal kedua tahun ini. Langkah ini dilakukan untuk menambah kas ke neraca keuangan perusahaan, terutama di tengah situasi pasar ekuitas dan kripto yang sedang turun. Meskipun Tesla mengalami penurunan kapitalisasi pasar hingga dua pertiga pada 2022, namun bitcoin telah mengalami kenaikan yang signifikan sejak saat itu.

Sejak awal tahun ini, bitcoin telah mendapatkan momentum positif, didorong oleh berbagai faktor termasuk upaya pemerintah Amerika Serikat untuk mendorong penggunaan kripto dan jaminan keberlanjutan cadangan strategis bitcoin. Saat ini, nilai tukar bitcoin telah mencapai lebih dari USD 119.000 atau sekitar Rp 1,9 miliar, mengalami kenaikan signifikan sejak Tesla melakukan penjualan bitcoin besar-besaran.

Jika Tesla mempertahankan seluruh kepemilikannya bitcoin, nilai simpanannya diperkirakan mencapai USD 5 miliar atau sekitar Rp 81,50 triliun, berbeda jauh dari jumlah aktual USD 1,24 miliar. Sementara bitcoin senilai USD 936 juta atau sekitar Rp 15,27 triliun yang dikonversi menjadi uang tunai oleh perusahaan saat ini bernilai lebih dari USD 3,5 miliar atau sekitar Rp 57,11 triliun.

Elon Musk, CEO Tesla, tampaknya jarang berbicara mengenai bitcoin dalam beberapa tahun terakhir. Namun, sebelum penjualan bitcoin oleh Tesla dimulai pada Maret 2022, Musk menyatakan dalam media sosialnya bahwa ia tetap memegang aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan Doge.

Seperti biasa, keputusan investasi merupakan hak pembaca. Sebelum melakukan investasi dalam kripto, disarankan untuk melakukan riset dan analisis yang mendalam. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang mungkin timbul dari keputusan investasi.

Source link