CEO RD Technologies, Rita Liu, optimis dengan peluang pengembangan stablecoin berdenominasi dolar Hong Kong. Hong Kong berusaha menjadi terdepan dalam legitimasi industri aset digital, demikian yang disampaikan oleh Rita Liu. Di sisi lain, China daratan telah melarang perdagangan kripto sejak tahun 2021 karena dianggap mirip dengan perjudian. Meski demikian, para ahli berpendapat bahwa stablecoin mungkin lebih diterima oleh Beijing, yang sedang bereksperimen dengan mata uang digital bank sentralnya, “e-yuan”.
Eddie Yue, Kepala Otoritas Moneter Hong Kong, menyatakan bahwa beberapa lembaga telah menunjukkan minat untuk menerbitkan stablecoin atau meminta informasi lebih lanjut. Namun, dia juga mengingatkan publik untuk tidak terlalu berlebihan dalam menghadapi perkembangan ini. Lebih lanjut, diskusi tentang stablecoin harus realistis terutama terkait potensinya dalam mengganggu sistem keuangan arus utama.
Lebih lanjut, hype seputar stablecoin dapat mempengaruhi harga saham perusahaan, seperti yang diungkapkan oleh Lily King dari perusahaan kripto Cobo. Dalam konteks ini, penting untuk tidak terjebak dalam euforia yang berlebihan, karena stabilitas pasar dan sistem keuangan harus tetap dijaga.
