Teknik Vertebral Body Tethering (VBT) menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan dengan metode operasi skoliosis konvensional. Salah satu kelebihannya adalah kemampuan pasien untuk melakukan mobilisasi dini setelah operasi. Dengan tulang belakang tetap fleksibel, pasien dapat kembali aktif tanpa merasa kaku.
VBT juga termasuk dalam kategori tindakan minimal invasif, yang berarti risiko perdarahan lebih kecil, waktu rawat inap lebih singkat, dan proses pemulihan yang lebih cepat. Prosedur ini terbukti paling efektif pada anak dan remaja yang masih dalam masa pertumbuhan dan memiliki kelainan tulang belakang di atas 25 derajat, tetapi belum mencapai 65 derajat.
Penting untuk dikonsultasikan dengan dokter spesialis ortopedi konsultan tulang belakang ketika sudut kelengkungan tulang belakang mencapai minimal 25 derajat. Ini dapat mencegah kelengkungan bertambah parah dan memastikan penanganan yang tepat waktu. Pascaoperasi, pemulihan pasien relatif cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar 3-4 hari rawat inap. Risiko komplikasi juga minimal, memungkinkan pasien untuk kembali ke aktivitas sehari-hari tanpa rasa kaku ataupun nyeri. Anak yang menjalani VBT bisa menjalani berbagai aktivitas seperti membungkuk, melompat, atau bergerak tanpa hambatan. Bahkan olahraga ringan tetap bisa dilakukan setelah tindakan ini.
Vertebral Body Tethering: Solusi Terkini Skoliosis Anak
