Berkembangnya teknologi di Papua Barat Daya, khususnya infrastruktur telekomunikasi dan internet, menjadi fokus pembahasan antara Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi setempat. Asisten Deputi Telekomunikasi dan Informatika Kemenko Polkam RI, Marsma TNI Agus Padnu Purnama, memimpin rapat koordinasi ini untuk mengevaluasi kondisi aktual infrastruktur telekomunikasi di wilayah tersebut. Paparan ini menjadi penting mengingat masih adanya masalah akses internet yang belum merata, terutama di daerah pedalaman dan kepulauan.
Selain tantangan dalam infrastruktur TIK akibat faktor geografis, Agus juga menyoroti rendahnya literasi digital di masyarakat Papua Barat Daya dan ancaman keamanan siber yang terus berkembang. Kementerian Koordinator Polkam bertekad untuk memastikan bahwa pembangunan digital dilakukan sejalan dengan penguatan kedaulatan dan keamanan nasional. Rapat koordinasi ini bertujuan untuk memetakan wilayah prioritas dan blank spot guna membantu penetapan kebijakan yang tepat dan strategi percepatan pembangunan infrastruktur internet yang berkelanjutan.
Potensi besar dari Papua Barat Daya, baik secara alamiah maupun ekonomi, seperti kekayaan laut, energi, kehutanan, dan potensi wisata Raja Ampat, ditekankan oleh Marsma Agus. Transformasi digital di wilayah ini diharapkan menjadi landasan bagi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, serta menjadi medan perjuangan baru bangsa Indonesia. Sebagai penutup, Agus menegaskan bahwa kerjasama lintas sektor dan inovasi teknologi menjadi senjata utama dalam mewujudkan peta jalan digital nasional yang inklusif, terutama untuk wilayah timur Indonesia.
