Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan menyimpan sekitar 6.300 Bitcoin (BTC) senilai hampir USD 740 juta atau sekitar Rp 12,04 triliun berdasarkan data dari platform analisis blockchain Arkham. Aset kripto ini disimpan melalui perusahaan tambang milik negara, Citadel Mining, dan UEA merupakan negara pemilik Bitcoin terbesar keempat yang tercatat di platform tersebut. Berbeda dengan negara lain seperti Amerika Serikat dan Inggris, kepemilikan Bitcoin UEA berasal dari aktivitas penambangan, bukan dari hasil penyitaan hukum. Citadel Mining bersama dengan mitra mereka, Phoenix Group, telah menambang sekitar 9.300 BTC, di mana sebagian besar masih tersimpan. Dari sisi kepemilikan, 85% saham Citadel Mining dimiliki oleh 2pointzero, yang sepenuhnya dimiliki oleh International Holding Company (IHC).

