Berita

Jejak Perang Biologis Jepang di Asia Tenggara: Bagian 1

Pada Perang Dunia II, Tentara Kekaisaran Jepang mulai menggunakan pasukan perang biologis di Asia Tenggara untuk memperkuat agresi mereka di kawasan Pasifik. Unit 731 yang terkenal di China timur laut memiliki kesamaan dengan unit rahasia yang kurang diketahui ini. Baru-baru ini, para akademisi dari Singapura dan China merilis koleksi catatan sejarah yang mengungkap kekejaman Jepang selama masa perang. Koleksi tersebut, dengan judul “Oka 9420 Unit, Japanese South Army BW Troop”, menggali arsip selama hampir satu dekade untuk membawa kekejaman tersebut ke publik.

Unit perang biologis yang dikenal dengan nama Unit 9420, dibentuk pada Mei 1942 di Nanjing, China, sebelum dikirim ke Singapura sebulan kemudian. Pendekar ini merambah ke wilayah Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Myanmar. Tugas utama unit tersebut adalah merawat tikus dan membiakkan kutu yang terinfeksi wabah. Bahkan, mantan menteri Singapura, Othman Wok, pernah menjadi asisten di unit tersebut. Dia mengingat tugas harian mereka yang mencakup menangkap tikus dan memberi makan kutu dengan darah dan daging tikus yang terinfeksi bakteri wabah.

Anggota inti Unit 9420 sebagian besar berasal dari unit perang biologis lainnya seperti Unit 731 di Harbin, China. Pada masa kejayaannya, unit ini memiliki lebih dari 1.000 personel, menjadikannya pasukan perang biologis terbesar di luar China. Eksperimen terhadap manusia juga dilakukan oleh unit ini, termasuk penelitian terhadap tawanan perang di Malaysia dan Papua Nugini. Jejak kekejaman ini menjadi kisah kelam di sejarah perang dunia.

Source link