Ketua Indonesia Transplantation Society (InaTS), dr. Maruhum Bonar H. Marbun, mengungkapkan bahwa pasien gagal organ yang menjalani transplantasi memiliki harapan hidup yang lebih lama. Selain itu, kualitas hidup pasien tersebut juga meningkat setelah menjalani prosedur transplantasi. Menurutnya, pasien yang menjalani transplantasi organ di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, tempat ia berpraktik, memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi di tahun pertama, yaitu di atas 90 persen. Keberhasilan tersebut dipengaruhi oleh faktor kecocokan organ serta risiko infeksi yang minimal setelah operasi.
Meskipun prosedur transplantasi organ dianggap sebagai hal yang kompleks, namun memiliki dampak yang positif bagi pasien yang berhasil menjalaninya. Contohnya, pasien yang melakukan transplantasi ginjal bisa kembali bekerja, merasa lebih bugar, serta beraktivitas normal tanpa perlu tergantung pada mesin dialisis. Tak hanya itu, dari segi biaya, transplantasi organ juga dinilai dapat meringankan beban negara. Menurut dr. Bonar, biaya jangka panjang akibat dari gagal organ jauh lebih besar daripada biaya program transplantasi, sehingga efeknya dapat membantu mengurangi beban biaya kesehatan nasional.
Dengan demikian, dr. Maruhum Bonar H. Marbun menyatakan bahwa prosedur transplantasi organ tidak hanya meningkatkan harapan hidup pasien yang mengalami kegagalan organ, tetapi juga dapat memberikan dampak positif pada kualitas hidup mereka, serta meringankan beban biaya kesehatan negara.
