Baru-baru ini, muncul tiga informasi penting yang berpotensi mempengaruhi pasar. Pertama, Hashdex secara resmi telah menambahkan XRP, Solana, dan Stellar ke ETF kripto AS setelah aturan baru SEC diperkenalkan. Sementara itu, sembilan bank besar Eropa, termasuk ING dan UniCredit, sedang mempersiapkan peluncuran stablecoin euro yang dijadwalkan akan dilakukan pada tahun 2026. Di sisi lain, Australia juga mulai mengintensifkan peraturan terkait bursa kripto melalui rancangan undang-undang terbaru.
Dikutip dari Cointelegraph.com, manajer aset Hashdex memperluas ETF Crypto Index US dengan menambahkan XRP (USD 2,75), Solana (USD 195,71), dan Stellar (USD 0,3527) setelah perubahan aturan pencatatan generik dari Securities and Exchange Commission (SEC). Saat ini, ETF ini mencakup lima aset kripto yang disimpan 1:1 oleh dana tersebut, termasuk Bitcoin (USD 109.534) dan Ether (USD 3.945), serta diperdagangkan dengan kode NCIQ. SEC telah menyetujui standar pencatatan generik untuk ETF pada bulan September sebelumnya, membuka jalan bagi proses persetujuan ETF yang lebih cepat untuk aset kripto yang memenuhi syarat.
Para analis pasar dan eksekutif industri memperkirakan bahwa akan ada peningkatan jumlah pengajuan ETF kripto sebagai akibat dari aturan baru ini. Aturan tersebut memberikan peluang lebih luas bagi peserta pasar saham untuk mengakses aset digital dan semakin memperumit perbedaan antara instrumen keuangan tradisional dengan aset digital.
