Di Kenya, program makan gratis sekolah telah membawa dampak positif yang signifikan. Hingga tahun 2016, sekitar 60 persen makanan sekolah sudah dikelola oleh pemerintah melalui program pembelian bahan pangan langsung dari petani lokal. Hal ini membuat Kenya mampu mandiri dalam mengelola program tersebut, menurut Direktur WFP Kenya, Annalisa Conte. Saat ini, Kenya telah bergabung dengan 38 negara lain yang telah lulus dari program WFP ini. Program makan gratis berbasis pangan lokal terbukti meningkatkan akses pendidikan, terutama di wilayah rentan.
Bagi anak-anak dari keluarga miskin, makanan sekolah sering kali menjadi sumber asupan nutrisi utama dalam sehari. Dengan adanya program ini, anak-anak dapat tetap sehat dan mampu mengikuti pelajaran dengan baik. Selain itu, tingkat kehadiran dan tingkat kelulusan pun mengalami peningkatan, terutama di kalangan anak perempuan. Program makan gratis ini juga berhasil menekan angka pernikahan dini, memberi kesempatan anak perempuan untuk berada lebih lama di sekolah.
Paul Tergat, seorang atlet sekaligus Duta WFP yang meraih dua medali perak Olimpiade, menceritakan bagaimana makanan sekolah memberinya kekuatan untuk berlari ke dan dari sekolah. Pengalaman pribadinya menjadi bukti nyata bagaimana satu piring makanan sederhana bisa membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. Cerita Tergat memperlihatkan betapa pentingnya program makan gratis sekolah dalam memberikan dampak positif bagi anak-anak di Kenya.
