Transaksi derivatif kripto di Indonesia mencapai Rp 33,54 triliun pada semester pertama tahun 2025, menunjukkan pertumbuhan yang positif. Adopsi aset kripto di Indonesia juga semakin tinggi, sehingga negara ini berada di posisi ketujuh menurut Chainalysis. Hal ini menunjukkan potensi besar Indonesia dalam industri kripto.
Iskandar, seorang ahli pasar, menekankan pentingnya kerja sama antara pelaku pasar, regulator, dan investor kripto untuk terus mendorong adopsi kripto di Indonesia. Dengan adopsi yang terus meningkat, diharapkan industri kripto dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian negara.
Meskipun begitu, Iskandar juga menyoroti risiko tinggi yang terkait dengan perdagangan derivatif kripto. Oleh karena itu, sebelum memulai trading derivatif kripto, penting bagi para pelaku pasar untuk memahami konsep dasar, manajemen risiko, dan menginvestasikan uang yang bersifat discretionary. Mempersiapkan diri dengan pengetahuan dan strategi yang tepat dapat membantu mengurangi risiko yang terkait dengan perdagangan kripto.
