Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengungkapkan keprihatinan terkait pencabutan kartu liputan istana wartawan CNN Indonesia setelah mengajukan pertanyaan mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto. Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa tindakan tersebut berpotensi menghambat kebebasan pers, yang sejalan dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pasal 28F UUD 1945 menjamin hak setiap individu untuk berkomunikasi dan mengakses informasi, sementara Pasal 4 UU Pers menegaskan kebebasan pers sebagai hak asasi warga negara tanpa adanya sensor atau larangan.
PWI juga mencatat bahwa Pasal 18 ayat (1) UU Pers mengatur bahwa siapa pun yang dengan sengaja menghalangi kebebasan pers dapat dikenai pidana penjara maksimal dua tahun atau denda hingga Rp500 juta. Munir menegaskan bahwa pencabutan kartu liputan wartawan CNN Indonesia atas alasan pertanyaan di luar agenda tidak dapat dibenarkan karena menghalangi kegiatan jurnalistik dan membatasi hak masyarakat untuk mendapatkan informasi. PWI meminta BPMI Sekretariat Presiden memberikan klarifikasi resmi dan membuka dialog dengan insan pers.
Menurut Munir, menjaga kebebasan pers berarti menjaga demokrasi, sehingga setiap tindakan pembatasan yang bertentangan dengan konstitusi dan UU Pers harus dihentikan. Wartawan CNN Indonesia, Diana Valencia, mengalami pencabutan kartu liputan khusus istana oleh BPMI Sekretariat Presiden. Pemimpin Redaksi CNN Indonesia Titin Rosmasari membenarkan adanya pencabutan tersebut dan mengungkapkan kekecewaannya. Titin juga telah mengajukan surat resmi untuk meminta penjelasan atas tindakan tersebut kepada BPMI dan Menteri Sekretaris Negara.
Pertanyaan yang diajukan oleh Diana kepada Presiden Prabowo dianggap penting dan kontekstual, terutama terkait program MBG. PWI menyatakan keprihatinannya terhadap pencabutan kartu liputan wartawan CNN Indonesia dan menekankan pentingnya menjaga kebebasan pers sebagai landasan demokrasi. Titin juga menegaskan bahwa pertanyaan yang diajukan oleh Diana Valencia sangat relevan dan penting bagi masyarakat Indonesia, khususnya terkait isu MBG.
