Dalam 10 tahun ke depan, lebih banyak produk Indonesia akan menikmati tarif 0 persen saat masuk ke pasar Kanada. Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan bahwa ada 5.441 produk Indonesia, mulai dari makanan olahan, biskuit, kabel, serat optik, dekorasi rumah hingga suku cadang, yang akan mendapat tarif 0 persen untuk masuk ke Kanada.
Direktur Jenderal Perundingan Perjanjian Internasional (PPI) Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono, menjelaskan bahwa implementasi tarif impor tersebut akan dimulai ketika perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Kanada (ICA-CEPA) diberlakukan, yaitu pertengahan tahun 2026. Produk seperti makanan olahan, kue, biskuit, roti, kabel, serat optik, dekorasi rumah, suku cadang, aksesoris otomotif, dan banyak lainnya akan mendapat tarif 0 persen.
Pemberlakuan tarif 0 persen ini akan dilakukan secara bertahap, dengan sektor lain seperti kayu, buah-buahan, olahan kelautan, dan lainnya akan mengikuti dalam lima tahun ke depan. Djatmiko juga menegaskan bahwa pada 10 tahun berikutnya, hampir 95 persen produk Indonesia akan menikmati tarif 0 persen di Kanada, termasuk ban, alas kaki, tekstil, audio, peralatan rumah tangga, dan furnitur.
Data perdagangan antara kedua negara menunjukkan angka positif, dengan total perdagangan mencapai 2,72 miliar dolar AS pada Januari-Juli 2025, di mana ekspor Indonesia ke Kanada mencapai 1,02 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari Kanada sebesar 1,70 miliar dolar AS. Kanada juga menjadi mitra dagang terbesar ke-29 dan sumber impor terbesar ke-28 bagi Indonesia pada 2024 dengan total perdagangan mencapai 3,58 miliar dolar AS.
Selain itu, nilai perdagangan antara Indonesia dan Kanada terus meningkat, dari 2,40 miliar dolar AS pada 2020 menjadi 3,58 miliar dolar AS pada 2024. Ekspor utama Indonesia ke Kanada meliputi karet alam, bagian kendaraan bermotor, alas kaki, kakao, dan pakaian rajut, sedangkan impor utama termasuk gandum, pupuk mineral, bubur kayu, kedelai, dan emas. ICA-CEPA menjadi faktor penting dalam memperkuat hubungan perdagangan antara kedua negara.
