Menurut Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, evaluasi terus dilakukan secara konsisten. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan MBG selalu dilakukan dengan seksama, terutama setelah beberapa insiden keamanan pangan terjadi belakangan ini. BGN menegaskan komitmennya terhadap prinsip nol insiden keamanan pangan di semua SPPG melalui tim investigasi internal dan pengawasan berlapis. Protokol ketat diterapkan dari pemilihan bahan baku, proses memasak, penyimpanan sampel, hingga distribusi.
Dengan capaian mencapai 1,1 miliar porsi, pemerintah melalui BGN menunjukkan seriusitasnya dalam memperkuat kesehatan masyarakat. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai bantuan pangan, tetapi juga diharapkan menjadi investasi strategis dalam menciptakan generasi emas Indonesia 2045. Diharapkan dengan asupan gizi yang optimal, anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh, sehat, dan produktif. Program MBG juga memberikan peluang partisipasi bagi masyarakat dalam memperoleh gizi yang cukup dan memperkuat ekonomi lokal.
Melalui program ini, terlihat bahwa pangan bergizi bukan hanya solusi jangka pendek untuk mengatasi kelaparan, tetapi juga merupakan pondasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
