Di akhir tahun 2025, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,5 persen. Pendorong utamanya berasal dari berbagai sektor, termasuk properti. Menurut Purbaya, belanja masyarakat diprediksi akan meningkat signifikan, yang akan turut mendorong pertumbuhan sektor properti. Pemerintah telah melakukan langkah untuk menurunkan suku bunga kredit dengan menyuntikkan dana sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke lima bank milik negara untuk memperkuat sektor properti.
Dengan bantuan dana tersebut, Purbaya yakin bahwa sektor properti akan mulai tumbuh, terutama dalam pembelian bahan-bahan bangunan seperti semen. Selain itu, konsumsi makanan dan minuman juga diprediksi akan mengalami kenaikan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyatakan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir tahun 2025. Melalui belanja pemerintah yang positif, investasi yang terus masuk, dan stimulus ekonomi yang besar, diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencatat tren yang positif.
Dengan berbagai langkah dan optimisme dari pemerintah, diharapkan sektor properti dan sektor lainnya akan mengalami pertumbuhan yang signifikan, meningkatkan daya beli masyarakat dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia.
