Teknologi bedah robotik memberikan dampak signifikan terutama bagi pasien perempuan dengan kondisi ginekologi kompleks, seperti endometriosis. Endometriosis adalah kondisi di mana jaringan yang mirip dengan lapisan rahim tumbuh di luar rahim dan menyebar ke organ lain seperti kandung kemih, usus, atau ureter.
Dalam sebuah wawancara dengan Liputan6.com, Dr. Sevellaraja Supermaniam (Selva), Consultant Obstetrician and Gynecologist dari Mahkota Medical Centre, mengungkapkan bahwa endometriosis bisa memengaruhi seluruh bagian panggul, termasuk rahim, kandung kemih, dan usus. Operasi endometriosis merupakan prosedur yang sangat menantang karena spesialis ginekologi harus menangani organ reproduksi dan berurusan dengan area yang merupakan domain spesialis lain.
Proses operasi endometriosis dapat memakan waktu hingga enam jam. Namun, dengan teknologi bedah robotik, proses tersebut menjadi lebih ringan dan mengurangi kelelahan bagi dokter. Dengan laparoskopi konvensional, dokter bisa sangat lelah pada jam kelima operasi. Namun, dengan menggunakan robot, dokter dapat beristirahat sejenak meskipun proses membutuhkan waktu lebih lama.
Keunggulan lain dari teknologi bedah robotik adalah stabilitas kamera yang dikendalikan oleh robot, yang meningkatkan keselamatan selama operasi. Berbeda dengan asisten manusia yang bisa lelah dan bergerak tidak sengaja, robot dapat mempertahankan posisi kamera dengan stabilitas sepanjang operasi.
