Manchester United mengalami keterpurukan pada awal musim ini dengan hanya dua kemenangan dari enam pertandingan, sehingga menempatkannya di peringkat 14 klasemen Liga Inggris. Pelatih Ruben Amorim menegaskan bahwa sistem taktik yang diterapkannya bukanlah penyebab utama dari masalah ini. Meskipun hasil pertandingan tidak bisa diabaikan, Amorim menekankan bahwa musim sebelumnya tidak relevan untuk dibandingkan dengan kondisi saat ini.
Amorim memberikan penilaian bahwa United harus fokus pada pertandingan yang berakhir dengan kekalahan, terutama setelah kekalahan 1-3 dari Brentford. Dia mengakui bahwa performa timnya tampak tidak terorganisir dalam pertandingan tersebut, namun ia meyakini bahwa inkonsistensi, bukan taktik, adalah akar permasalahan.
Seiring dengan kesulitan yang dihadapi oleh Manchester United, laga melawan Sunderland menjadi momen penting bagi Amorim untuk membuktikan bahwa pendekatan taktikalnya masih dapat membawa tim ini kembali ke jalur kemenangan. Amorim juga memberikan apresiasi terhadap pelatih lawan, Regis Le Bris, yang membawa Sunderland ke peringkat lima klasemen.
Meski tekanan terhadap Amorim semakin meningkat, ia yakin bahwa timnya dapat bangkit dari keterpurukan ini. Dengan situasi yang sulit, United harus mampu tetap konsisten dalam setiap pertandingan untuk meraih hasil yang diinginkan. Maka dari itu, laga melawan Sunderland diharapkan dapat menjadi batu loncatan bagi Manchester United untuk kembali ke performa terbaiknya.
