Berita

Update: Jumlah Bangunan Rusak Akibat Gempa di Sumenep Meningkat

Pada tanggal 30 September 2025, gempa tektonik dengan magnitudo 6,5 mengguncang Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menyebabkan sejumlah bangunan rusak. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, jumlah bangunan rusak akibat gempa tersebut meningkat dari 316 menjadi 374 bangunan. Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Achmad Laili Maulidy, menyampaikan bahwa hasil pendataan dan penilaian tim BPBD menunjukkan kerusakan bangunan dalam tiga kategori, yaitu rusak ringan, sedang, dan parah. Dari data tersebut, terdapat 113 bangunan yang mengalami kerusakan ringan, 157 bangunan dengan kerusakan sedang, dan 104 bangunan yang rusak parah.

Jenis bangunan yang rusak meliputi rumah, dapur, lembaga pendidikan, masjid, dan mushalla. Untuk membantu para korban terdampak, BPBD Sumenep telah menyalurkan bantuan tanggap darurat bersama TNI dan polisi sejak kejadian terjadi. Gempa tersebut juga dirasakan di tiga kabupaten lain di Pulau Madura, yaitu Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan.

Gempa tektonik tersebut terjadi pada pukul 23.49 WIB dengan pusat gempa berada di laut 50 kilometer tenggara Sumenep. Berbagai upaya penanganan darurat terus dilakukan untuk membantu korban terdampak gempa tersebut. Copyright © ANTARA 2025.

Source link