Bantuan hidup dasar (BHD) adalah serangkaian tindakan pertolongan pertama yang bertujuan untuk mempertahankan fungsi pernapasan dan sirkulasi darah pada individu yang mengalami kegawatdaruratan medis, seperti henti jantung. Langkah-langkah BLS bersifat sederhana namun sangat krusial untuk menyelamatkan nyawa. Salah satu hal yang diajari dalam bantuan hidup dasar adalah memberikan resusitasi jantung paru atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR). Salah satunya teknik CPR yang bisa dilakukan dan bisa menyelamatkan nyawa adalah hands-only CPR atau pijat jantung, sebuah teknik yang melibatkan tekanan dada tanpa napas buatan. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Hasjim Hasbullah, mengatakan lewat pijat jantung pada pasien henti jantung bisa mencegah seseorang mengalami kecacatan bahkan menyelamatkan nyawa seseorang. Menurut Hasjim, otak manusia dapat bertahan empat menit tanpa oksigen, sehingga respons cepat sangat penting dalam situasi kegawatdaruratan seperti henti jantung. Oleh karena itu, penting untuk memberikan bantuan secepat mungkin dengan mengecek respon pasien dan memberikan pijatan jantung jika diperlukan. Pesan Hasjim kepada masyarakat adalah saat menemui seseorang yang tidak sadarkan diri, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menepuk-nepuk pundaknya dengan keras. Jika pasien tidak menunjukkan respons, seperti tidak bangun atau mengerang, maka segera berikan pijatan jantung tanpa ragu. Dengan pengetahuan dan ketrampilan dalam bantuan hidup dasar, setiap orang dapat menjadi garda terdepan dalam situasi darurat yang memerlukan tindakan cepat.
Rekor MURI: Siloam Latih 9.000 Orang Bantuan Hidup Dasar
